Namun, perjalanan sustainability Grab tidak berhenti pada elektrifikasi kendaraan. Dalam peluncuran gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia pada Juni 2026, Neneng menekankan bahwa teknologi dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih bijak dalam aktivitas sehari-hari.
“With technology, anything is possible. Kami percaya teknologi dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih cerdas dan berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Neneng.
Melalui semangat #KitaBijakBBM, Grab menghadirkan sejumlah pilihan layanan yang mendorong penggunaan energi secara lebih efisien. Pilihan tersebut hadir melalui layanan mobilitas, pesan-antar, belanja, dan pengiriman, termasuk GrabCar Electric, GrabBike Electric, Group Ride, GrabCar Hemat, GrabFood Group Order, GrabMart Nearby, dan GrabExpress Instant Hemat.
Dengan pendekatan tersebut, sustainability tidak hanya ditempatkan sebagai komitmen perusahaan. Keberlanjutan juga dibuat lebih dekat dengan keseharian pengguna melalui layanan yang mereka gunakan sehari-hari.
Sustainability Lebih Sekadar Operasional Armada
Pengembangan kendaraan listrik menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan sustainability Grab. Namun, komitmen keberlanjutan perusahaan juga bergerak melalui inisiatif yang lebih luas.
Di luar transportasi, Grab menjalankan sejumlah inisiatif lingkungan. Di antaranya rehabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ciganas, dukungan terhadap pengolahan biochar di Soppeng dan Medan, perlindungan serta restorasi 149.800 hektare kawasan hutan rawa gambut Katingan Mentaya di Kalimantan Tengah, hingga penanaman mangrove di Pati dan Cilacap.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa sustainability memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar mengganti kendaraan berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik. Bagi Grab, upaya lingkungan perlu berjalan bersama dengan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pihak.
Sustainability juga berkaitan dengan keberlanjutan penghidupan orang-orang di dalam ekosistem Grab. Karena itu, perhatian terhadap Mitra menjadi bagian penting dari cara perusahaan menerjemahkan komitmen keberlanjutan.
Pada 2025, lebih dari 189.000 perempuan dan penyandang disabilitas memperoleh penghasilan melalui ekosistem Grab, meningkat 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Indonesia, komitmen terhadap penguatan kesejahteraan Mitra juga terus berlangsung pada 2026 melalui program Grab untuk Indonesia.
Melalui program tersebut, Grab mengalokasikan Rp100 miliar untuk perlindungan sosial, apresiasi, serta pengembangan kapasitas Mitra Pengemudi. Dukungan tersebut mencakup BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 200.000 Mitra Pengemudi berprestasi, Bonus Hari Raya, serta pelatihan dan pengembangan keterampilan melalui GrabAcademy.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa sustainability tidak hanya diukur dari dampak lingkungan. Keberlanjutan juga berkaitan dengan bagaimana Mitra dapat terus memperoleh perlindungan, memiliki kesempatan untuk berkembang, dan meningkatkan kapasitas diri.
Investasi untuk Generasi Berikutnya
Sustainability juga berkaitan dengan investasi jangka panjang bagi generasi berikutnya. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, yang membuka peluang lebih luas bagi anak-anak Mitra, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
GrabScholar menjadi salah satu contohnya. Sejak 2022, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat di Indonesia dengan total bantuan pendidikan sebesar Rp25,8 miliar. Pada 2026, Grab kembali membuka program tersebut bagi pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Program ini ditujukan tidak hanya bagi anak Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant, tetapi juga bagi masyarakat umum serta penyandang disabilitas.
“Pendidikan adalah investasi untuk masa depan generasi muda Indonesia,” kata Neneng.
Bagi perusahaan dengan ekosistem yang besar, keberlanjutan pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak emisi yang dapat ditekan. Ada pula pertanyaan mengenai bagaimana teknologi membuka akses, bagaimana Mitra dapat terus berkembang, bagaimana masyarakat memperoleh pilihan yang lebih efisien, serta bagaimana generasi berikutnya mendapatkan kesempatan untuk tumbuh.
Itulah sebabnya sustainability menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Teknologi menjadi alat untuk memperluas dampak, sementara kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, Mitra, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membuat pilihan berkelanjutan semakin mudah diakses.
(tim)































