Neneng Goenadi Dorong Sustainability Jadi Bagian Strategi Grab

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, keberlanjutan semakin sulit dipisahkan dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Sustainability tidak lagi hanya berbicara tentang upaya mengurangi dampak terhadap lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana bisnis dapat menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pandangan tersebut menjadi bagian dari pendekatan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam melihat sustainability. Bagi Grab, keberlanjutan ditempatkan sebagai bagian dari strategi untuk membangun pertumbuhan jangka panjang yang tetap memperhatikan kinerja finansial, dampak sosial, dan dampak lingkungan.
Neneng menjelaskan bahwa pendekatan tersebut disebut sebagai prinsip triple bottom line, yakni mengejar kinerja finansial yang berkelanjutan sekaligus menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Di Indonesia, prinsip ini diterjemahkan melalui sejumlah langkah yang saling terhubung, mulai dari mobilitas rendah emisi dan efisiensi energi hingga pengembangan Mitra, inklusivitas ekonomi, dan akses pendidikan.
Dalam pandangan Neneng, teknologi memiliki peran penting dalam membuat pilihan yang lebih berkelanjutan semakin mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sustainability tidak cukup hanya menjadi agenda korporasi. Keberlanjutan juga perlu hadir dalam bentuk pilihan yang praktis dan dapat diakses oleh masyarakat.
Hal ini terlihat dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik Grab. Per Mei 2026, armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit atau dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir 2026, Grab menargetkan jumlah tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.































