Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan harga saham bulan ini menandai pembalikan arah positif yang dramatis bagi Meta, dimana sahamnya mengalami kesulitan sepanjang sebagian besar tahun ini di tengah keraguan mengenai upaya AI yang mahal dan risiko hukum yang timbul dari gugatan yang menargetkan bisnis media sosialnya.

Kurang dari enam minggu yang lalu, saham Meta turun 18% sepanjang tahun ini setelah perkiraan pendapatan yang mengecewakan pada akhir Juli, sehingga menempatkan saham tersebut di antara 50 saham dengan kinerja terburuk di S&P 500 hingga 18 Agustus.

Akan tetapi, sejak saat itu, Meta menjadi emiten dengan kinerja terbaik ketiga dalam indeks acuan tersebut dengan kenaikan sebesar 43%. Pemulihan ini dimulai setelah Meta setuju pada akhir bulan lalu untuk membayar hingga US$18 miliar untuk menyelesaikan gugatan terkait media sosial, sehingga menghilangkan salah satu faktor penghambat utama bagi saham tersebut. 

walakin, faktor terbesarnya adalah antusiasme terhadap produk-produk AI baru dan potensi peningkatan pendapatan yang dapat dihasilkannya, yang membuat investor seperti Biederman optimis bahwa saham Meta masih memiliki ruang untuk terus naik.

Sebagai penanda betapa terkesannya para investor dengan Muse, mereka telah melepas saham-saham perusahaan dari berbagai sektor industri karena kekhawatiran akan potensi gangguan, mirip dengan aksi jual besar-besaran awal tahun ini yang dipicu oleh startup AI Anthropic.

Meta telah mengumumkan kemitraan penjualan bahan makanan dengan Maplebear Inc., pemilik Instacart, serta kemitraan dengan agen perjalanan online Expedia Inc. Dalam sebuah acara pada hari Rabu waktu AS, Meta memperkenalkan sejumlah produk yang dipuji oleh para analis, termasuk perangkat seukuran telapak tangan untuk menggunakan Muse, serta versi tanpa kamera dari jajaran kacamata pintar perusahaan.

Meta Platforms rilis Muse. dok: Bloomberg

“Masih ada potensi kenaikan yang signifikan karena Meta berada pada tahap awal peluncuran model-model terdepan dan produk-produk berbasis AI di luar bidang periklanan,” tulis analis JPMorgan Doug Anmuth.

Pada catatannya 10 September lalu, Anmuth menaikkan peringkat saham tersebut dari netral menjadi overweight.

Meta masih harus menempuh jalan panjang untuk membuktikan bahwa perusahaan ini mampu menghasilkan pendapatan yang cukup dari upaya AI-nya guna membenarkan pengeluaran yang sangat besar tersebut. 

Belanja modal diperkirakan mencapai nyaris US$140 miliar tahun ini, dua kali lipat dari sekitar US$70 miliar yang dihabiskan Meta pada tahun 2025. Angka tersebut diperkirakan akan membengkak menjadi US$197 miliar tahun depan dan US$215 miliar pada tahun 2028.

(bbn)

No more pages