Selain Yanbu dan Taif, otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan di kota suci Mekkah serta kota Jeddah dan Tabuk. Tak lama kemudian, mereka mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu, tanpa menjelaskan apakah mereka harus mencegat proyektil yang ditembakkan.
Seluruh lokasi tersebut berada di wilayah barat Arab Saudi, di sepanjang atau dekat pesisir Laut Merah, kecuali Riyadh. Pemerintah Saudi tidak menjelaskan apakah serangan tersebut menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.
Serangan tersebut menunjukkan ancaman yang terus dihadapi Arab Saudi dari Houthi, yang meningkatkan serangan ke negara tersebut bulan ini, melukai puluhan orang dan merusak infrastruktur energi.
Houthi juga membuat kemajuan dalam pertempuran melawan pasukan yang didukung Arab Saudi di Yaman dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menguasai hampir seluruh garis pantai Laut Merah negara tersebut, termasuk sejumlah pulau di tengah Selat Bab el-Mandeb yang strategis.
Kelompok tersebut melaporkan ratusan serangan yang dilakukan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap wilayah yang dikuasai Houthi bulan ini. Mereka mengatakan menyerang Arab Saudi karena kota-kota dan pelabuhan mereka berada dalam kondisi “dikepung” oleh negara tersebut dan pasukan anti-Houthi di Yaman yang didukungnya.
Sementara itu, Arab Saudi berupaya mengaktifkan kembali jaringan pipa minyak East-West yang menjadi jalur penting setelah diserang drone dari Irak pada awal September. Banyak kelompok yang mendukung Teheran berbasis di Irak. Pipa sepanjang 1.200 kilometer tersebut memungkinkan Arab Saudi mengalihkan aliran minyak melalui jalur darat menuju Yanbu di tengah gangguan yang terus berlangsung di Selat Hormuz.
Berbicara di New York di sela-sela Majelis Umum PBB, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud menegaskan bahwa seluruh komunitas internasional harus bertanggung jawab untuk meredam ancaman Houthi.
Minyak mentah Brent ditutup di atas US$106 per barel pada Kamis, setelah sempat memangkas kenaikannya menyusul laporan bahwa AS dan Iran tengah menjajaki kesepakatan bertahap untuk membuka kembali Selat Hormuz. Konflik tersebut telah mengguncang pasar energi dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan sejak pecah pada akhir Februari.
(bbn)




























