Logo Bloomberg Technoz

Wapada, Jangan Gunakan ChatGPT untuk 5 Hal Ini

Merinda Faradianti
24 September 2026 14:45

ChatGPT diduga menjadi penyebab banyak anak-anak melakukan aksi bunuh diri. dok: Bloomberg
ChatGPT diduga menjadi penyebab banyak anak-anak melakukan aksi bunuh diri. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan ataua artificial intelligence (AI) membawa berbagai kemudahan dalam melakukan aktivitas. Salah satu AI yang banyak digunakan adalah ChatGPT.

ChatGPT semakin banyak digunakan untuk mencari informasi dan membantu berbagai pekerjaan. Namun, pengguna perlu berhati-hati saat memasukkan data sensitif atau mengandalkan chatbot untuk mengambil keputusan penting.

Ada lima hal yang sebaiknya tidak dilakukan dengan ChatGPT. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Engadget, pada Kamis (24/9/2026):

Fungsi Sebagai Penasihat Hukum


ChatGPT sebaiknya tidak dijadikan sumber utama untuk menangani persoalan hukum. Salah satu risikonya adalah chatbot dapat menghasilkan kutipan kasus, referensi, atau argumen yang tidak pernah ada.

Basis data peneliti hukum dan ilmu data Damien Charlotin telah mencatat lebih dari 2.000 putusan pengadilan di berbagai negara yang berkaitan dengan materi buatan ChatGPT. Sebanyak 1.175 kasus melibatkan pihak yang mewakili diri sendiri, sedangkan 815 kasus melibatkan pengacara.