Logo Bloomberg Technoz

“Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat,” kata Erwin.

Selain itu BI juga melakukan penguatan strategi operasi moneter pro-market untuk mengelola struktur suku bunga pasar uang.

“Efektivitas stabilisasi dan kecukupan likuiditas diperkuat melalui peningkatan insentif Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri, serta perluasan transaksi underlying yang mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment,” kata Erwin.

Erwin juga menyebut bahwa secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,46%. Cadangan devisa meningkat menjadi US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Rupiah membuka perdagangan Kamis (24/9/2026) dengan pelemahan 0,26% ke Rp17.846/US$, seiring tekanan eksternal kembali meningkat. Tak lama, rupiah kembali terpeleset 0,32% ke Rp17.857/US$ pada 09:02 WIB. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali naik 101,2, disusul yield US Treasury naik 15,5 basis poin (bps) jadi 5,11%. Belum lagi, pergerakan harga minyak yang menanjak ke US$102,05/barel semakin menambah kekhawatiran pasar soal inflasi. 

Kemarin, Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI Rate di 5,75%. Keputusan itu memberi ruang bagi BI untuk melihat perkembangan perekonomian usai kenaikan sebesar 100 bps. Namun, kenaikan 100 bps itu juga membuat ruang BI untuk merespons melalui suku bunga juga tidak selebar sebelumnya. 

(prc/ell)

No more pages