Logo Bloomberg Technoz

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo mengatakan perseroan belakangan berencana untuk mengalihkan saham tresuri itu dengan cara pengurangan modal. 

“Perseroan memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan program ESOP/MSOP, mengubah rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali dengan cara pengurangan modal,” kata Hans lewat keterbukaan informasi dikutip Rabu (23/9/2026).

Adapun, rencana penghapusan saham tresuri itu mengambil porsi 80,89% dari keseluruhan saham tresuri yang dipegang perseroan mencapai 39,78 miliar saham sampai akhir bulan ini.

Lewat penghapusan saham tresuri itu, laba bersih per saham atau earnings per share (EPS) GOTO akan menjadi lebih besar karena saham yang ditempatkan dan disetor jumlahnya kian menyusut.

Pergerakan saham GOTO di bursa. (Bloomberg)

Selanjutnya, Hans menerangkan, sebagian saham tresuri yang didapat dari hasil buyback 19 Juni 2025 sampai 18 Juni 2026 sebesar 7,59 miliar saham Seri A belum diputuskan rencana pengalihannya.

“Perseroan saat ini masih terus melakukan kajian lebih lanjut secara internal untuk menentukan rencana pengalihan kembali saham tresuri tersebut,” kata dia.

Dalam agenda RUPSLB itu, manajemen turut meminta persetujuan pemegang saham terkait dengan pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama GOTO.

Buyback Lanjutan

GOTO belakangan turut mengantongi restu untuk melanjutkan program buyback senilai Rp3,5 triliun untuk periode 2026-2027.

Manajemen GOTO menyampaikan bahwa pembelian kembali saham perseroan bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal, termasuk optimalisasi struktur modal.

Likuiditas saham GOTO di bursa. (Bloomberg)

Selain itu, perseroan juga berharap performa harga saham dapat mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya.

“Pembelian kembali saham juga diharapkan dapat mendukung potensi pengembalian nilai yang lebih baik bagi pemegang saham di masa depan,” kata manajemen GOTO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin (11/5/2026).

Periode pelaksanaan buyback perseroan yakni 12 bulan, dimulai setelah memperoleh restu para pemegang saham, dan diperkirakan berlangsung mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Manajemen GOTO menjelaskan, sumber dana yang digunakan dalam aksi korporasi ini bukan merupakan dana hasil penawaran umum dan bukan berasal dari pinjaman atau utang. 

(naw)

No more pages