Logo Bloomberg Technoz

“Saya merasa sangat baik saat ini,” kata Witkoff ketika ditanya mengenai pertemuan tersebut. Dalam pernyataan yang diunggah di X pada Selasa (22/9) malam, dia mengatakan AS berharap pembicaraan tersebut “akan terbukti konstruktif dan menjanjikan” serta para mediator akan melanjutkan upaya mereka. Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Trump kembali menyinggung pertemuan pada Selasa tersebut sebelum mengadakan pembicaraan dengan para pejabat negara-negara Teluk di New York. Kelompok itu mencakup anggota Dewan Kerja Sama Teluk yang beranggotakan enam negara, serta negara-negara lain di Timur Tengah, termasuk Suriah, Irak, Yordania, dan Turki.

Nada pernyataan tersebut sangat kontras dengan sikap agresif Trump dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pada Selasa. Dalam pidato itu, dia kembali mengulangi ancaman sebelumnya untuk memusnahkan Iran jika para pemimpinnya tidak mencapai kesepakatan.

“Apakah akan tercapai kesepakatan dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih besar daripada sebelumnya—mungkin menjadi salah satu negara terbesar di Timur Tengah atau bahkan di dunia—atau apakah saya akan memusnahkan Republik Islam tersebut dan melakukannya dengan cepat?” kata Trump.

Pemerintahan AS telah mengisyaratkan upaya baru untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, dengan Trump mengatakan dalam pidatonya bahwa konflik tersebut akan berakhir segera setelah pemilu AS.

Sebelum tiba di New York, Trump mengisyaratkan keterbukaan untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Kemungkinan pertemuan tersebut, serta laporan bahwa Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz jika AS mencabut blokadenya, turut mendorong penurunan harga minyak mentah Brent pada Selasa.

Pernyataan Trump yang saling bertolak belakang menunjukkan kecenderungannya untuk beralih antara ancaman baru dan janji perdamaian yang akan segera tercapai. Dia berada di bawah tekanan untuk mengakhiri perang secepat mungkin karena konflik tersebut tidak populer di kalangan pemilih di dalam negeri.

Perang tersebut telah mendorong harga bensin naik, membuat Iran menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan, menewaskan 19 anggota militer AS, dan mengganggu aliran minyak di seluruh dunia. Iran sejauh ini menolak melepaskan kendalinya atas Selat Hormuz, sementara kelompok pemberontak Houthi yang didanai Iran di Yaman kembali mengancam akan menargetkan pelayaran di Laut Merah.

Negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk ingin mengakhiri konflik yang telah menyebabkan wilayah dan kapal mereka diserang ribuan rudal dan drone Iran. Konflik tersebut juga menyebabkan ekonomi mereka mengalami kontraksi atau perlambatan signifikan, terutama akibat terganggunya lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Permusuhan kini jauh lebih rendah dibandingkan saat perang mencapai puncaknya pada Maret dan awal April. Namun, kedua pihak tampaknya masih jauh dari kesepakatan untuk kembali menjalankan gencatan senjata yang ditandatangani pada Juni tetapi dengan cepat runtuh.

Trump berulang kali menuntut Iran melepaskan segala rencana untuk mengembangkan senjata nuklir—sesuatu yang dikatakan Iran tidak mereka inginkan—serta mengurangi kendalinya atas selat tersebut dan menghentikan pendanaan kelompok proksi, termasuk Houthi, Hizbullah di Lebanon, dan Hamas di Jalur Gaza.

Sementara itu, para pemimpin Iran menuntut keringanan dari sanksi berat yang telah diberlakukan AS selama bertahun-tahun serta jaminan bahwa Trump dan para penerusnya tidak akan kembali menyerang negara mereka.

(bbn)

No more pages