Logo Bloomberg Technoz

Adapun pada semester I 2026, CDIA mencatat laba bersih sebesar US$17,29 juta atau sekitar Rp309,40 miliar, turun 74,5% dibandingkan US$67,84 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Di tengah penurunan laba, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$82,15 juta atau sekitar Rp1,47 triliun, naik 22,8% dibandingkan US$66,87 juta pada semester I 2025.

Pertumbuhan pendapatan ditopang kenaikan bisnis logistik yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan 80,2% menjadi US$27 juta, seiring ekspansi bisnis logistik maritim dan darat. Pendapatan dari segmen energi juga meningkat 5,4% menjadi US$51,8 juta.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat menjadi US$62,51 juta dari sebelumnya sebesar US$47,77 juta. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi US$11,84 juta dari US$5,77 juta, sementara beban keuangan meningkat menjadi US$22,59 juta dari US$13,62 juta.

Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi US$1,93 miliar hingga akhir Juni 2026 dari US$1,74 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas naik menjadi US$826,28 juta dari US$607,90 juta, sedangkan total ekuitas turun menjadi US$1,11 miliar dari US$1,14 miliar.

Kas dan setara kas tercatat sebesar US$420,33 juta, turun dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar US$470,15 juta.

Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi berbalik menjadi negatif sebesar US$11,43 juta pada semester I 2026, dibandingkan arus kas positif US$18,89 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan, arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi meningkat menjadi US$209,26 juta dari US$86,09 juta, antara lain dipengaruhi belanja modal, akuisisi entitas anak dan asosiasi, serta pemberian pinjaman kepada pihak berelasi.

(fik/naw)

No more pages