Meskipun pesan Trump tidak menyebut nama Warsh secara langsung, luapan kemarahannya meningkatkan tekanan terhadap kepala The Fed tersebut. Dalam upacara pengambilan sumpah pada awal tahun ini, Trump mendorong Warsh untuk “sepenuhnya independen”. Penurunan suku bunga ke level yang diinginkan Trump akan membutuhkan pemangkasan besar oleh bank sentral, langkah yang biasanya hanya dilakukan ketika terjadi krisis ekonomi parah.
Trump kembali berpendapat bahwa suku bunga telah menempatkan AS pada posisi yang kurang kompetitif dibandingkan perekonomian negara-negara lain. Dia mengaitkan hal tersebut dengan defisit perdagangan AS dengan mengatakan, “Kami ‘menanggung’ hampir setiap negara di dunia, dan hal itu tidak bisa terus berlanjut.”
Sebelumnya, Trump pernah mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara mitra yang mengalami surplus perdagangan, kecuali The Fed menurunkan suku bunga. Namun, belum jelas bagaimana penerapan ancaman tersebut dapat menurunkan biaya pinjaman bagi warga Amerika.
Kenaikan suku bunga pada Rabu, yang merupakan kenaikan pertama sejak 2023, terjadi ketika para pembuat kebijakan mulai kehilangan keyakinan bahwa inflasi akan melandai dengan sendirinya. The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga setelah data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Agustus. Kenaikan harga energi akibat perang AS dengan Iran—yang kini memasuki bulan ketujuh—serta kebijakan tarif Trump telah memperumit prospek pencapaian target inflasi The Fed.
Dalam pernyataan setelah rapat, para pejabat The Fed menggambarkan inflasi masih tinggi, tetapi juga menyampaikan pandangan positif terhadap perekonomian. Mereka menyoroti pertumbuhan produktivitas dan investasi modal yang kuat, serta pertumbuhan lapangan kerja yang sejalan dengan peningkatan angkatan kerja.
Dalam konferensi pers, Warsh mengatakan risiko geopolitik turut berkontribusi terhadap inflasi. “Kita tidak bisa menghindari titik-titik konflik di seluruh dunia, dan penilaian kami mengenai situasi geopolitik mana yang paling mungkin atau paling tidak mungkin terjadi telah berubah,” ujarnya.
Warsh berjanji akan melindungi independensi The Fed meskipun menghadapi tekanan yang semakin besar dari Trump. Presiden AS tersebut frustrasi akibat memburuknya situasi politik di tengah masa jabatan bagi Partai Republik. Para pemilih memberikan penilaian buruk terhadap Trump terkait perang di Iran dan perekonomian, dengan tingginya biaya layanan kesehatan, perumahan, energi, dan bahan makanan menjadi isu utama menjelang pemilu November. Biaya pinjaman yang lebih rendah dapat membantu Trump dan anggota parlemen Partai Republik menyampaikan bahwa dorongan ekonomi akan segera terjadi, sekaligus membatasi dampak politik dari kondisi tersebut.
Trump sebelumnya bersikap keras terhadap pendahulu Warsh, mantan Gubernur The Fed Jerome Powell, yang kerap menjadi sasaran kritik karena dianggap tidak cukup agresif dalam menurunkan suku bunga. Trump juga menekan bank sentral melalui cara lain, termasuk berupaya memecat Deputi Gubernur The Fed Lisa Cook. Namun, upaya tersebut sejauh ini telah diblokir oleh Mahkamah Agung.
(bbn)



























