Logo Bloomberg Technoz

Muhammad Iqbal selaku Head of PSR Sinar Mas Agribusiness and Food menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari empat pilar kemitraan sawit rakyat perusahaan, yaitu PSR, Sarana dan Prasarana (Sarpras), pembiayaan dan beasiswa. “Koperasi tidak hanya dipersiapkan agar mampu memenuhi persyaratan PSR, tetapi juga didorong untuk memiliki tata kelola dan administrasi yang semakin baik, agar koperasi menjadi bankable sehingga mampu mengakses sumber pembiayaan secara lebih proporsional dan profesional,” ucap Iqbal.

Lebih dari sekadar produktivitas

(Dok. Koperasi Unit Desa (KUD) Sadar Sejahtera)

Kemitraan memberikan manfaat yang nyata bagi pekebun. Perusahaan memberikan bimbingan teknis secara rutin, mulai dari penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pemupukan dan penyemprotan hingga pengelolaan kebun.

Pekebun juga memperoleh akses terhadap bibit unggul yaitu Dami Mas dan pendampingan pengelolaan yang mengikuti standar operasional perusahaan. Menurut Arman, hal ini membantu menjaga produktivitas sekaligus memastikan kebun dikelola secara lebih terarah. Namun, ia melihat manfaat kemitraan lebih jauh dari sekadar hasil panen.

Selain kemudahan mendapatkan bibit unggul, kemitraan juga membuka akses terkait pendampingan dalam pengajuan program Sarpras BPDP. KUD Sadar Sejahtera pada tahun 2025 berhasil mendapatkan bantuan Sarpras pupuk untuk 138 pekebun dengan luasan sebesar 173,87 hektare. Bantuan pupuk tersebut dialokasikan untuk kebutuhan selama dua tahun dan dikirimkan dalam bentuk barang untuk memenuhi kebutuhan selama dua tahun.  

Dari kebun hingga pendidikan anak

(Dok. Koperasi Unit Desa (KUD) Sadar Sejahtera)

Kemitraan juga membuka akses terhadap manfaat positif lain, yaitu program beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bagi keluarga pekebun sawit dan pelaku industri. Awalnya, pengurus KUD Sadar Sejahtera mensosialisasikan program tersebut secara mandiri, namun sayangnya responsnya tidak maksimal. Koperasi kemudian berusaha menjangkau lebih banyak orang, dengan menunjuk beberapa orang sebagai penanggung jawab di empat wilayah desa agar calon peserta dapat memperoleh informasi dan bertanya langsung mengenai persyaratan.

Upaya mereka menuai hasil, terutama sejak 2024, setelah pendampingan semakin diperkuat melalui dukungan CoE PSR Sinar Mas Agribusiness and Food. “Pendampingan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga membantu peserta mempersiapkan dokumen, administrasi hingga proses bimbingan belajar. Pendampingan dilakukan baik secara daring ataupun langsung,” tambah Iqbal.

Hasilnya, jumlah peserta yang mengikuti proses seleksi meningkat. Saat ini, dari sekitar 100 pendaftar, sekitar 80 orang dapat lolos seleksi administrasi dan hingga 20 orang dapat memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang D1, D3, maupun S1.

Bagi KUD Sadar Sejahtera, angka tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap informasi saja tidak cukup. Pendampingan yang konsisten dapat membantu mengubah peluang menjadi kesempatan nyata bagi generasi muda. “Kami berharap sosialisasi dan pendampingan ini terus dijaga. Kalau bisa, lulusan yang ada juga semakin banyak yang terserap di kebun inti perusahaan,” tambah Arman.

Melalui PSR, kemitraan KUD Sadar Sejahtera dan Sinar Mas Agribusiness and Food diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan peremajaan tanaman, tetapi menjadi bagian dari perjalanan membangun kebun yang lebih produktif dan berkelanjutan. Lebih dari itu mendorong penguatan kapasitas dan kelembagaan pekebun, membuka akses terhdap pembiayaan dan berbagai peluang pengembangan, serta menciptakan fondasi yang lebih kuat bagi kesejahteraan dan masa depan generasi berikutnya.​

(tim)

No more pages

Artikel Terkait