Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz, para pemilik jasa memasarkan layanan mereka melalui platform media sosial seperti Instagram dan Facebook.
Sebagai contoh, akun Instagram @Palu.feed menawarkan keuntungan jasa antre bensin yang dikelola oleh timnya untuk warga Palu dan sekitarnya.
“Tepercaya karena hasil asli, harga sampai cocok, kamu bisa hemat waktu dan praktis tanpa capek,” tulis akun tersebut dikutip Selasa (15/9/2026).
Akun Instagram @Serbis.id juga menawarkan layanan yang serupa, membidik warga di wilayah Makassar dan sekitarnya.
“Malas lama antre BBM, sekarang gak perlu buang waktu di SPBU lagi,” tulis Tim Serbis dikutip Selasa (15/9/2026).
Selain akun bisnis, sejumlah individu menawarkan jasa titip bensin ini di dalam grup Facebook "Jasa Titip Makassar".
Biasanya, mereka mencantumkan nomor kontak pribadi untuk memudahkan proses transaksi.
Bloomberg Technoz telah berusaha menghubungi beberapa penyedia jasa terkait dengan bisnis tersebut, tetapi belum menerima tanggapan.
Berdasarkan skema yang dijelaskan oleh akun @Palu.feed, tarif jastip ini bervariasi karena harga per liter BBM ditambah dengan biaya jasa antre.
Sebagai contoh, jika harga Pertalite sebesar Rp10.000/liter dan biaya jasa menunggu selama satu jam sebesar Rp15.000, konsumen harus membayar total Rp25.000/liter. Biaya akumulasi tersebut akan bertambah seiring tingginya durasi waktu tunggu.
Di satu sisi, maraknya jastip BBM menjadi penolong darurat bagi warga yang membutuhkan pasokan bahan bakar untuk mobilitas mendesak.
Di sisi lain, fenomena ini menimbulkan dilema karena kehadiran para pengantre jastip disinyalir memperpanjang durasi antrean warga umum di SPBU.
Fenomena ini juga beririsan dengan lonjakan harga BBM di tingkat pedagang eceran dan Pertamini.
Sebagian oknum memanfaatkan keterbatasan stok BBM di SPBU untuk meraup keuntungan berlipat ganda, sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah semakin sulit mengakses BBM bersubsidi dengan harga normal.
Sebelumnya, masyarakat di sosial media mengeluhkan antrean BBM yang mengular di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar.
Menyitir situs media lokal Makassar Info, antrean BBM masih terjadi hingga pagi beberapa titik SPBU. Bahkan, antrean BBM sudah mengular sejak Sabtu (12/9/2026) 04.33 WITA di SPBU Ratulangi, Makassar.
Terpisah, Polda Sulawesi Selatan menyoroti dugaan berkurangnya ketersediaan BBM dan liquefied petroleum gas (LPG) di tengah masyarakat.
Kepolisian saat ini melakukan penyelidikan untuk mendalami kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan maupun penimbunan.
Kepolisian memastikan akan menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Hal ini termasuk apabila ditemukan praktik penyalahgunaan maupun penimbunan BBM dan LPG yang merugikan masyarakat.
"Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dalam situs resmi, Senin (7/9/2026).
Meski begitu, kondisi antrean BBM subsidi di Kota Makassar dikabarkan mulai landai. Dari total 45 SPBU yang melayani masyarakat, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80% kondisi antreannya kondusif.
Seiring dengan membaiknya kondisi tersebut, waktu tunggu masyarakat untuk mendapat BBM mulai berkurang.
Sebabnya, Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah meningkatkan kapasitas pelayanan dan mengatur penyaluran BBM subsidi di lapangan.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo mengatakan sejumlah upaya telah dilakukan, antara lain penambahan operator dan jalur pelayanan BBM subsidi di sejumlah SPBU, pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam, serta penambahan titik penyaluran melalui SPBU Modular di Center Point of Indonesia (CPI).
Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus memberikan alternatif titik pengisian bagi masyarakat.
"Dari total 45 SPBU di Kota Makassar, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80% sudah menunjukkan kondisi antrean yang makin kondusif. Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat. Berbagai langkah yang telah kami lakukan masih terus berjalan dan kami optimalkan bersama Pemerintah Daerah agar kondisi pelayanan BBM Subsidi terus membaik," ujar Okky, melalui keterangan persnya, Senin (14/9/2026).
Selain langkah yang telah dilakukan, lanjut Okky, sejumlah upaya masih terus berjalan dan dioptimalkan.
Pengoperasian SPBU selama 24 jam, penambahan operator dan jalur pelayanan, serta operasional SPBU Modular di CPI terus dipantau untuk memastikan kapasitas tambahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pengaturan sistem ganjil-genap juga masih diterapkan sesuai ketentuan untuk membantu menjaga kelancaran dan ketertiban pelayanan di SPBU.
Okky juga menjelaskan Pertamina terus memastikan pelayanan BBM subsidi berjalan secara optimal dengan memperkuat kapasitas di lapangan.
Pemantauan terhadap kondisi antrean juga dilakukan secara berkala untuk melihat kebutuhan di masing-masing SPBU dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.
"Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Daerah akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi antrean dan pelayanan BBM subsidi di Kota Makassar. Upaya perbaikan dan penyesuaian akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan," ujarnya.
(smr/wdh)





























