Logo Bloomberg Technoz

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga sedang tinggi.

Namun, Asia Head of Rates & FX Strategy JPMorgan Private Bank Yuxuan Tang menyebut bahwa dalam jangka menengah harga emas masih punya prospek cerah.

“Pengetatan kebijakan moneter akan menambah tekanan ekonomi yang sedang bergulat dengan tingginya harga energi. Ini akan meningkatkan risiko resesi sehingga emas akan kembali menjadi pilihan,” tegas Tang, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Bagaimanapun, emas juga berstatus sebagai aset yang dipandang aman (safe haven asset). Emas biasanya dilirik ketika situasi ekonomi sedang tidak pasti.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Selasa (15/8/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sudah masuk zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 44. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling kecil, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang naik. Target resisten terdekat adalah US$ 4,338/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. 

Jika tertembus, maka harga emas berpotensi menguji level US$ 4.340-4.374/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.544/troy ons.

Namun andai harga emas jeblok lagi, maka US$ 4.276/troy ons bisa menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga ke US$ 4.262-4.234/troy ons.

Target paling pesimistis adalah US$ 4.115/troy ons.

(aji)

No more pages