Jika langkah tersebut rampung, PACK akan melanjutkan langkahnya untuk mengembangkan rencana bisnis jangka menengah berupa integrasi produksi bijih nikel di sektor hulu dengan kegiatan pemurnian dan pengelolaan material milik perusahaan, sebelum mengeksekusi rencana jangka panjangnya.
Dengan kata lain, PACK membagi tiga rencana bisnisnya menjadi tiga tahapan.
Pertama, PACK sudah memulainya dengan meningkatkan produksi nikel sembari membidik calon portofolio lain yang akan diakuisisi.
Sebelumnya, PACK telah mengakuisisi saham minoritas di dua tambang nikel, yakni PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara. Total RKAB keduanya di tahun ini mencapai 10 juta ton.
Akuisisi ini mendukung perluasan sumber daya dan pasokan bahan baku yang memungkinkan integrasi di masa depan dengan kegiatan operasional sektor midstream.
Kedua, jangka menengah, PACK akan membangun end to end integrasi bisnis nikel. Terakhir, untuk jangka panjang, PACK akan melakukan diversifikasi bisnisnya ke mineral lain.
Spekulasi Pasar
Bursa Efek Indonesia (BEI) berkali-kali melakukan suspensi saham PACK lantaran harga sahamnya yang terus naik.
Selain isu ekspansi anorganik, aksi korporasi penggalangan dana jumbo juga ditengarai menjadi pemicu pergerakan tersebut.
Terkait ekspansi anorganik, manajemen telah memberikan konfirmasi meski belum memberikan rincian yang lebih detail. Sedang untuk penggalangan dana, PACK belum mengungkap rencana ini meski pada saat yang bersamaan tidak memberi sanggahan.
"Apabila Perseroan akan melakukan aksi korporasi dalam bentuk apapun, perseroan akan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundangundangan di bidang pasar modal yang berlaku, termasuk melakukan keterbukaan informasi kepada publik dan memperoleh persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku."
Sebagai informasi, BEI kembali memberlakukan suspensi saham PACK pada 31 Agustus 2026. Suspensi belum dibuka sampai hari ini.
Sebelumnya, suspensi saham PACK juga dilakukan pada 26 Agustus 2026 dan kembali dibuka sehari setelahnya, 27 Agustus 2026.
Dengan kata lain, saham PACK telah terkena suspensi sebanyak dua kali dalam sekitar satu pekan perdagangan.
(red)






























