Logo Bloomberg Technoz

Pasar minyak global kini fokus pada prospek tren impor minyak mentah China, karena negara tersebut telah berperan sebagai pembeli penyeimbang sejak konflik AS-Iran pecah pada Februari.

Meski konflik tersebut memicu guncangan pasokan pada awal, Beijing mengurangi pembelian, sehingga membantu mencegah harga melonjak lebih tinggi lagi.

Fleksibilitas ini dimungkinkan karena negara tersebut telah menimbun cadangan dalam jumlah besar pada kuartal-kuartal sebelumnya, yang secara efektif melindungi kilang-kilang tersebut dari dampak negatifnya.

Setelah mencatat rata-rata 48,3 juta metrik ton per bulan tahun lalu, impor minyak luar negeri ke China turun di bawah 30 juta ton pada Juni, angka terendah sejak 2016. Meski sempat pulih dalam dua bulan terakhir—meningkat menjadi 37,9 juta ton pada Agustus—volume impor tersebut masih sekitar seperempat lebih rendah dibandingkan level tahun lalu.

Kilang swasta menyumbang lebih dari sepertiga total kapasitas penyulingan China, sehingga keputusan operasional mereka secara kolektif berpengaruh signifikan dalam mendorong permintaan minyak mentah nasional.

Meski sektor ini beragam—mulai dari pabrik besar yang terintegrasi dan didukung konglomerat hingga fasilitas pengolahan skala kecil—mereka cenderung kurang memiliki dana yang memadai dibandingkan pesaing mereka yang merupakan perusahaan milik negara.

"Bagi perusahaan penyulingan swasta China, ada begitu banyak ketidakpastian," ujar Emma Li, analis utama pasar China dari Vortexa Ltd, seraya mencatat adanya penurunan pesat dalam stok minyak mentah mereka selama beberapa bulan terakhir.

Jika penyuling independen terus menguras sisa pasokan minyak mentah Iran yang disimpan di fasilitas penyimpanan terapung dengan laju 1 juta barel per hari, cadangan minyak lepas pantai di kawasan tersebut bisa habis pada pertengahan Oktober, kata Li.

Pada akhirnya, kegagalan dalam mengamankan pasokan bahan baku kemungkinan akan memaksa pengurangan produksi mulai bulan depan, tambah Li.

Tingkat produksi kilang-kilang independen di Shandong—pusat industri ini—telah berfluktuasi sepanjang tahun ini.

Aktivitas di kilang-kilang di provinsi pesisir tersebut mencapai sekitar 55% dari kapasitas pada awal September, secara umum sejalan dengan kondisi tak lama setelah perang Iran meletus, tetapi jauh lebih tinggi dari titik terendah sekitar 43% pada Juli, menurut data dari perusahaan konsultan Mysteel OilChem.

(bbn)

No more pages