Logo Bloomberg Technoz

SMGR sebelumnya menyatakan pengelolaan arus kas dan permodalan dilakukan untuk menjaga likuiditas serta solvabilitas perseroan. Penurunan utang berbunga juga membuat beban keuangan bersih pada semester I 2026 turun 34,5% secara tahunan. Dari sisi kinerja, SMGR mencatatkan pendapatan sebesar Rp17,65 triliun pada semester I 2026. EBITDA mencapai Rp2,15 triliun, naik 2,6% secara tahunan.

Manajemen mengatakan kondisi keuangan tersebut akan terus dijaga untuk memastikan fleksibilitas keuangan dalam mendukung kebutuhan operasional dan investasi sekaligus menjaga imbal hasil bagi pemegang saham.

Rencana Bagi Dividen

Wadirut Andriano Hosny Panangian lantas membuka peluang SMGR untuk kembali memberikan imbal hasil kepada pemegang saham melalui dividen dari laba tahun buku 2026. Sayangnya perseroan belum menetapkan besaran payout ratio yang akan dibagikan, dan hanya mengupayakan mempertahankan imbal hasil optimal.

"Di tahun 2026 tentu kita ingin melanjutkan bagaimana memberikan satu imbal hasil yang optimal bukan hanya dari sisi percentage tapi juga dari sisi nominal," tegas Andriano.

Ujung dari keputusan besaran dividen masih akan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk ketersediaan arus kas dan kebutuhan investasi perseroan.  "Beberapa pertimbangan-pertimbangan tentu harus kita lakukan antara lain bagaimana kita memastikan cash flow tersedia yang baik kemudian juga kebutuhan-kebutuhan untuk investasi," ujarnya.

Sebelumnya, SIG membagikan seluruh laba tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp190,85 miliar sebagai dividen tunai. Keputusan tersebut ditetapkan dalam RUPST pada Mei 2026.

(fik/wep)

No more pages