Rusia membantah tuduhan tersebut. Presiden Vladimir Putin justru menuduh Jerman sengaja menanam barang bukti.
Moskow terus meningkatkan retorika konfrontatifnya sebagai bagian dari kampanye untuk meningkatkan tekanan terhadap negara-negara Barat, sementara Lavrov dikenal sebagai salah satu pejabat Rusia yang paling keras dalam menyampaikan pernyataan.
Jerman memerintahkan penutupan Konsulat Jenderal Rusia di Bonn dan Russian House, yang selama ini menjadi simbol hubungan dengan Jerman pascaperang.
Pemerintah di Berlin mengatakan pekan lalu bahwa hasil penyelidikan menunjukkan Rusia berada di balik upaya serangan drone yang gagal tersebut. Jerman juga akan memperketat pengawasan perbatasan terhadap warga negara Rusia.
Sebagai balasan atas penutupan fasilitas Rusia tersebut, Kremlin mengatakan akan menutup cabang-cabang Goethe-Institut milik Jerman.
Para pejabat Uni Eropa telah memperingatkan bahwa meningkatnya serangan hibrida Rusia merupakan salah satu ancaman strategis paling signifikan bagi blok tersebut.
Kanselir Friedrich Merz “pada dasarnya sedang bergerak untuk menyatakan perang terhadap kami,” kata Lavrov. Kepemimpinan Rusia “akan menarik kesimpulan yang sesuai.”
(bbn)




























