Perpanjangan penutupan sementara juga berlaku di Bandara Budiarto Curug (RTO) hingga pukul 17.30 WIB dan Bandara Pondok Cabe (PCB) hingga pukul 14.00 WIB.
"Berdasarkan update monitoring per pukul 10.35 WIB, terdapat 373 penerbangan yang terdampak akibat penutupan sejumlah bandara sebagai dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau., rincian penerbangan terdampak akibat penutupan bandara adalah sebagai berikut.
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK): 202 penerbangan terdampak, dengan rincian:
- Cancel: 172 penerbangan
- Delay: 18 penerbangan
- Postpone: 7 penerbangan
- Divert: 4 penerbangan
- Return to Base (RTB): 1 penerbangan
- Bandar Udara Radin Inten II (TKG): 8 penerbangan terdampak, seluruhnya berstatus cancel.
- Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP): 29 penerbangan terdampak, seluruhnya berstatus cancel.
- Bandara lainnya: 277 penerbangan terdampak, berupa penerbangan kedatangan dan keberangkatan yang memiliki rute menuju atau berasal dari bandar udara yang terdampak penutupan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya juga mencatat sementara terdapat tiga kabupaten dan 15 kecamatan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Wilayah terdampak berada di Provinsi Lampung dan Banten, termasuk sejumlah wwilayah Jabodetabek.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, data tersebut masih bersifat sementara dan pendataan dampak fisik serta kerusakan masih terus dilakukan. Berdasarkan laporan sementara dari pemerintah daerah, hingga Minggu (6/9/2026) belum terdapat korban jiwa akibat erupsi.
"Wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau berada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan," kata Kepala BNPB dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).
(dhf)