Saham di papan tersebut masih bisa ditransaksikan di pasar reguler meski harganya sudah berada di bawah Rp50. Berikut rinciannya.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, selain mock trading, pihaknya juga telah melakukan forum group discussion (FGD) dengan pihak terkait dan memastikan kesiapan sistem, terutama anggota bursa (AB).
Jeffrey menyebut hasil uji coba awal secara umum berjalan cukup baik. Namun, masih terdapat sejumlah Anggota Bursa yang belum berpartisipasi sehingga BEI akan melakukan tindak lanjut pada uji coba berikutnya.
"Terkait dengan harga minimum tentu itu semua akan kita selaraskan. Kalau kajian itu tetap berjalan, proses di internal kami tetap berjalan untuk rencana penghapusan harga minimum itu juga sedang berjalan. FGD-nya sudah jalan, mock trading sudah mulai dilakukan,” kata Jeffrey
Jeffrey menyebut, dari hasil uji coba yang telah dilakukan, sekitar delapan Anggota Bursa belum berpartisipasi. BEI akan kembali menguji kesiapan seluruh Anggota Bursa sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara langsung di pasar.
"Kita akan sesuaikan dengan kesiapan dari seluruh Anggota Bursa karena kita akan memastikan seluruh Anggota Bursa siap sebelum kita melakukan live,” imbuh Jeffrey.
Rencana penghapusan batas harga Rp50 disebut bertujuan untuk memberikan akses likuiditas dan price discovery yang lebih baik.
Dengan dihapusnya batas minimum tersebut, saham yang selama ini tertahan di level Rp50 nantinya berpotensi diperdagangkan di bawah harga tersebut.
Harga saham bahkan dapat bergerak hingga Rp1 per saham, meski penghapusan batas minimum tidak berarti seluruh saham gocap otomatis akan turun ke level tersebut karena harga tetap ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran.
(dhf)































