Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga. Simpanan giro tercatat Rp449,57 triliun, tabungan Rp619,10 triliun, dan deposito berjangka Rp512,02 triliun per Juni 2026.
Dari sisi kualitas aset, gross NPL BRI berada di level 3,15% pada Juni 2026, membaik dibandingkan 3,23% pada Juni 2025. Namun, net NPL tercatat 1,04%, sedikit meningkat dari 0,99% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) tercatat 6,40%, turun dari 6,58%. Penurunan NIM terjadi di tengah ekspansi kredit dan peningkatan pendapatan bunga bersih.
Efisiensi operasional juga membaik. Rasio biaya terhadap pendapatan atau Cost to Income Ratio (CIR) turun menjadi 35,49% dari 38,52% pada semester I 2025. Return on Equity (ROE) berdasarkan rata-rata total Tier 1 equity meningkat menjadi 22,59% dari 21,09%.
Adapun total aset konsolidasian BRI mencapai Rp2.352,38 triliun per 30 Juni 2026, meningkat dari Rp2.135,37 triliun pada akhir 2025. Di sisi permodalan, rasio KPMM konsolidasian tercatat 22,68%, sementara CET 1 ratio berada di 20,42%.
(dhf)






























