Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, otoritas China melaporkan 16 orang meninggal dunia di Gyirong County, Tibet, dengan 546 orang masih hilang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 261 warga negara asing dari 23 negara tercatat hilang di wilayah Tibet. Mereka antara lain 104 warga Nepal, 49 warga India, 33 warga Latvia, 18 warga Amerika Serikat, dan 15 warga Inggris.

Operasi Penyelamatan Terkendala Cuaca

Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, namun kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama. Hujan kembali meningkatkan debit sejumlah sungai sehingga tim penyelamat beberapa kali harus berpindah ke lokasi yang lebih tinggi.

Salah satu fokus pencarian berada di sejumlah terowongan pembangkit listrik tenaga air di Nepal. Ratusan orang diyakini masih terjebak di dalam terowongan setelah material banjir menerjang kawasan tersebut.

Pemerintah Nepal mengatakan tidak membutuhkan bantuan asing untuk operasi penyelamatan secara umum. Namun, Kathmandu membuka bantuan khusus untuk operasi penyelamatan di dalam terowongan, pengujian DNA, penyimpanan jenazah serta identifikasi forensik. India dan China telah mengirimkan tenaga ahli untuk membantu proses penyelamatan.

Ancaman Banjir Susulan

Ancaman bencana belum sepenuhnya berakhir. Hujan yang kembali turun menyebabkan ketinggian air Sungai Trishuli meningkat pada Minggu (30/8/2026), sehingga warga dan petugas penyelamat diminta mencari tempat yang lebih tinggi.

Di sisi lain, longsor baru terdeteksi sekitar 2,8 kilometer dari danau yang sebelumnya terbentuk akibat longsoran gletser. Material longsor tersebut membentuk bendungan alami dan genangan air baru yang berpotensi memperbesar risiko banjir berikutnya.

Palang Merah memperkirakan lebih dari 90.000 orang terdampak bencana tersebut.

China mengerahkan lebih dari 2.100 personel penyelamat dan mengalokasikan sedikitnya 220 juta yuan atau sekitar US$32,7 juta untuk penanganan darurat. Bantuan yang diberikan mencakup peralatan penyelamatan, drone, data satelit dan hidrologi, serta tenaga ahli untuk operasi penyelamatan di terowongan.

China juga mengaitkan bencana tersebut dengan ketidakstabilan gletser akibat perubahan iklim.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut bencana tersebut sebagai salah satu bencana lintas batas paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

"Bencana lintas batas paling parah" yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir dan bahwa operasi penyelamatan sangat sulit dan kompleks, seperti yang dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah China, CCTV," katanya dikutip dari Reuters, Minggu (30/8/2026).

(dec/ros)

No more pages