Saham CXMT terus naik sejak debutnya, dan perusahaan ini kini telah melampaui Tencent Holdings Ltd. untuk menjadi perusahaan terbesar di China berdasarkan kapitalisasi pasar, menandai pergeseran paradigma dalam lanskap teknologi negara tersebut.
Meski demikian, menurut Goldman Sachs, perusahaan pembuat chip ini diperdagangkan dengan diskon yang signifikan dibandingkan dengan perusahaan sejenis di tingkat global, yang menghitung valuasi saat ini sekitar 10 kali lipat dari perkiraan laba tahun 2027. Angka tersebut didasarkan pada perkiraan laba bersih yang akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 361 miliar yuan pada tahun 2027 dari perkiraan 161 miliar yuan tahun ini.
Hasil tersebut menunjukkan percepatan pertumbuhan yang tajam bagi produsen chip memori asal China yang hingga baru-baru ini mengalami kerugian besar akibat bersaing di pasar produk komoditas.
CXMT kini diuntungkan oleh kelangkaan memori yang sama parahnya, yang telah mendongkrak valuasi Samsung Electronics Co., SK Hynix Inc., dan Micron Technology Inc. Semua perusahaan tersebut memprioritaskan produksi memori kelas atas yang dibutuhkan untuk membuat akselerator AI seperti yang diproduksi oleh Nvidia Corp.
Sebagai alternatif terbaik China bagi para pemasok internasional tersebut, CXMT telah menjadi simbol upaya negara itu untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Didirikan oleh Zhu Yiming, seorang veteran industri chip yang pernah menempuh pendidikan di AS, CXMT juga sedang mengembangkan memori bandwidth tinggi miliknya sendiri, yaitu jenis semikonduktor canggih yang digunakan dalam akselerator AI.
CXMT telah menyatakan akan menggunakan dana hasil IPO untuk membiayai perluasan kapasitas dan berusaha mengejar ketertinggalan dari para pesaing yang lebih besar.
Sebagai tanda semakin kuatnya pengaruh CXMT, Apple Inc. dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk membeli chip memori CXMT, bersama dengan pemasok China lainnya, Yangtze Memory Technologies Co. Chip tersebut akan digunakan dalam perangkat Apple yang dijual di China , demikian dilaporkan Bloomberg News pada bulan Juli.
Pembicaraan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di Washington, dengan sekelompok senator AS mendesak Apple untuk menghentikan upayanya mengandalkan pemasok China.
(bbn)






























