Selain pembiayaan pelayanan medis, Kemenkes tengah melakukan pendataan kerusakan dan menghitung kebutuhan biaya pemulihan fasilitas kesehatan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kemenkes menyebut 12 rumah sakit di wilayah terdampak mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Sejumlah puskesmas juga mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan untuk pelayanan.
Untuk fasilitas yang mengalami kerusakan, pemerintah masih menunggu kondisi gempa mereda sebelum melakukan pembangunan permanen. Sementara itu, Kemenkes mempertimbangkan penggunaan puskesmas modular untuk menjaga pelayanan kesehatan tetap berjalan di wilayah yang fasilitasnya rusak berat.
“Untuk itu kita menggunakan puskesmas modular. Jadi kita saat ini mendata... kita lagi menghitung beberapa biaya yang dibutuhkan,” kata pejabat Kemenkes tersebut.
Salah satu fasilitas yang disebut mengalami kerusakan berat adalah Puskesmas Dampek di Manggarai Timur dan Puskesmas Pota. Kemenkes menyebut fasilitas tersebut tidak dapat digunakan sehingga opsi modular disiapkan sambil menunggu pembangunan permanen.
Untuk Rumah Sakit Ruteng, Kemenkes juga berencana menambah ruang operasi (OKA) menjadi dua unit. Pelayanan operasi sementara dilakukan melalui rumah sakit lapangan, sementara pemindahan sementara fasilitas tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar tujuh bulan selama proses perbaikan.
(fik/spt)



























