Logo Bloomberg Technoz

Untuk pemulihan jangka panjang, Kemenpar menyiapkan empat langkah utama. Pertama, membentuk tim kerja lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat adat untuk mendata secara rinci masyarakat serta pekerja yang terdampak.

Kedua, pemerintah berencana membuka satu akun donasi sebagai pintu pengumpulan dana untuk mendukung rekonstruksi desa. Ketersediaan bahan baku untuk membangun kembali rumah tradisional juga menjadi salah satu tantangan dalam proses pemulihan.

Ketiga, Kemenpar akan menyusun master plan rekonstruksi bersama pemangku kepentingan dan masyarakat. Rencana tersebut akan diarahkan agar pembangunan kembali sesuai kebutuhan desa sekaligus mempertahankan karakter dan identitas Sade.

Master plan tersebut diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi desa adat lain, termasuk dalam memperkuat mitigasi risiko dan keselamatan tanpa menghilangkan karakter tradisional.

Kemenpar juga menilai pembangunan kembali perlu dilengkapi dengan proteksi kebakaran terintegrasi, seperti titik alat pemadam api ringan (APAR) komunal yang menyatu dengan estetika desa serta embung atau penampungan air darurat. Infrastruktur dasar seperti amenitas, sanitasi, pengelolaan sampah, dan sistem proteksi kebakaran juga masuk dalam perhatian rekonstruksi. 

Keempat, Kemenpar akan mendorong pembangunan rumah layak tinggal bagi masyarakat adat Sade. Program serupa sebelumnya telah dilakukan bersama pemerintah daerah dan Kemenpar melalui pembangunan 40 unit rumah layak tinggal. 

Selain rencana jangka panjang, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap berjalan selama masa pemulihan. Langkah tersebut mencakup penyediaan dan distribusi stok makanan, pembangunan dapur umum dan bantuan logistik, serta program pemberdayaan masyarakat dan pelaku pariwisata.

Program pemberdayaan antara lain berupa trauma healing bagi korban, terutama anak-anak, serta bimbingan teknis secara berkala kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga mengenai prosedur tanggap darurat dan evakuasi wisatawan.

Kemenpar juga akan memperkuat pendampingan usaha masyarakat adat, termasuk dukungan modal kerja bagi pelaku usaha pariwisata, fasilitas alat tenun, serta penyediaan lokasi sementara untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi. Dalam tahap awal, Kemenpar telah memberikan bantuan sejumlah alat tenun kepada masyarakat Desa Adat Sade. 

Pemerintah juga merencanakan pembangunan museum sementara dan masjid, yang ditargetkan selesai menjelang periode peak season, khususnya pada momentum penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

Pemulihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat. Kemenpar menekankan bahwa masyarakat adat harus dilibatkan dalam seluruh proses pembangunan agar pemulihan tidak sekadar mengembalikan kondisi Sade sebelum kebakaran, tetapi juga meningkatkan ketangguhan dan keberlanjutan desa. 

(fik/spt)

No more pages