“Sanksi terhadap entitas tertentu tidak berarti karena sanksi spesifik entitas tidak dapat diterapkan cukup cepat untuk mengimbangi kecepatan pembentukan entitas pengganti,” kata Derek Scissors, senior fellow di American Enterprise Institute yang mengikuti investasi China di luar negeri.
Scissors mengatakan beberapa perusahaan dapat memulai kegiatan sebagai perusahaan cangkang dan kemudian menangani lebih banyak aktivitas jika berhasil bertahan. Menurutnya, puluhan entitas yang disebut AS tersebut “hanya ada dalam semesta yang terdiri dari puluhan ribu entitas.”
Kementerian Luar Negeri China dan pemerintah Hong Kong belum segera menanggapi permintaan komentar mengenai sanksi baru tersebut.
Fokus utama langkah tersebut adalah jaringan pengadaan teknologi yang berpusat pada Sweet Ocean Industrial Ltd. yang berbasis di Hong Kong. Departemen Keuangan AS menuduh perusahaan tersebut bertindak sebagai perantara dalam pengadaan peralatan optik laser yang ditujukan untuk Malek Ashtar University of Technology di Iran, lembaga penelitian yang terkait dengan sektor pertahanan.
Individu Li Na, Tian Jianbai, dan Zhang Limei, yang semuanya berbasis di China, juga dikenai sanksi karena diduga membantu mengoordinasikan aktivitas pengadaan melalui jaringan tersebut.
Sanksi tersebut juga mencakup sejumlah perusahaan yang terkait dengan rantai pasokan yang sama, termasuk Shenzhen Sweet Ocean Technology Ltd., RPT Technology Ltd., Tiany Technology Ltd., dan MT Trading and Logistics HK Ltd.
Departemen Keuangan AS juga mengatakan perusahaan berbasis Hong Kong DEC Photonics Ltd. berulang kali mentransfer dana kepada Shenzhen Sweet Ocean. Perusahaan tersebut menawarkan produk laser dan optik melalui situs webnya.
Departemen Keuangan AS juga menuduh perusahaan berbasis Hong Kong Feili Co., Minvur Ltd., Feisu Ltd., dan Guska Co. masing-masing mentransfer puluhan ribu dolar ke Sweet Ocean dan jaringannya untuk membantu pengguna akhir di Iran memperoleh produk. Departemen Keuangan AS menuduh beberapa entitas tersebut berfungsi sebagai perusahaan kedok yang memfasilitasi pembayaran bagi jaringan keuangan Iran.
Washington secara terpisah menargetkan sejumlah perusahaan logistik yang disebut memiliki hubungan dengan Iran. Di antaranya Shenzhen Huamei Lianyun International Logistics Co., Shenzhen Bositong Logistics Co., dan Bositong Supply Chain Shenzhen Co.
DEC Photonics, Tiany, dan Shenzhen Bositong Logistics, yang mencantumkan informasi kontak secara daring, belum segera menanggapi permintaan komentar.
(bbn)





























