Untuk pembangunan PLTS tahap II, ditargetkan mencapai 18 GWp dan dilakukan pada hari ini hingga tahun depan.
Sedangkan untuk pembangunan tahap II, kapasitas PLTS yang dibangun ditargetkan sebesar 35 GWp dengan target pembangunan pada 2027—2028.
Kendati begitu, dia juga menyatakan pemerintah pada tahun ini menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
“Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW PLTD. Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp,” kata Prasetyo.
Lebih lanjut, dia menyatakan program PLTS 100 GWp berpotensi mengkerek investasi pembangkit, baterai, jaringan kelistrikan, industri panel surya, serta menciptakan lapangan kerja hijau.
“RUPTL 2025—2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs,” ujar dia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan tender PLTS dengan kapasitas total 100 GW bakal segera diumumkan.
Bahlil menjelaskan tender tahap I bakal dibuka untuk melelang proyek PLTS dengan kapasitas total 30 GW. Kendati begitu, Bahlil belum mengungkapkan tanggal pengumuman lelang dan mekanismenya.
“Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah kemarin dalam pidato pengantar APBN Bapak Presiden, itu menyampaikan bahwa kita akan mendorong untuk membangun PLTS, pembangkit listrik tenaga surya sebesar 100 gigawatt dalam waktu beberapa tahun ke depan,” kata Bahlil dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).
“Tahun ini, kita akan sudah mulai pada 2026, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt,” tegas Bahlil.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengembangan PLTS berkapasitas total 100 GW dapat rampung dalam waktu empat tahun.
Dari besaran itu, Kepala Negara menargetkan pada tahun ini Indonesia bisa merampungkan pengembangkan PLTS dengan kapasitas sekitar 30 GW.
“Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 GW dan ini harus kita laksanaan dalam 4 tahun, tetapi tahun ini saja target kita adalah 30 GW,” kata Prabowo dalam peresmian Motor Listrik Nasional, disiarkan secara daring, Kamis (13/8/2026).
Prabowo meminta agar PLN mengganti PLTD dengan kapasitas total 13 GW dengan pembangkit alternatif lainnya.
Dia juga sempat menyatakan Indonesia memiliki cadangan hidrogen yang melimpah dan diharapkan dapat segera dimanfaatkan.
“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 GW harus kita tinggalkan. Sumber-sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak,” ungkap Prabowo.
(azr/wdh)



























