Logo Bloomberg Technoz

“Tahun ini, kita akan sudah mulai pada 2026, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt,” kata Bahlil dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

Di sisi lain, Bahlil membidik provinsi Bali sebagai lokasi pengerjaan master plan tahap pertama proyek PLTS berkapasitas 100 GW tahap pertama.

Bahlil menyampaikan saat ini kementeriannya sedang menyusun perencanaan matang dan menjadwalkan agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) bersama Presiden Prabowo Subianto.

“Kita buat master plan dengan perencanaan. Mungkin kita akan buat di Bali. Saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk peresmian tahap pertama PLTS 100 gigawatt ini,” ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Adapun, mengenai status proyek PLTS 100 GW dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034, Bahlil menegaskan seluruh prosedur dan regulasi perizinan berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM.

Dia memastikan semua tahapan aturan akan dipenuhi sebelum pelaksanaan groundbreaking. “Aturan sebelum groundbreaking harus masuk ke mana dulu? Ya, ke ESDM. Nanti semuanya akan kita sampaikan secara resmi,” kata Bahlil. Publik dan media diharapkan menunggu pengumuman resmi terkait dengan detail penyelarasan RUPTL agar tidak terjadi simpang siur informasi. 

“Lewat proyek PLTS 100 GW ini, pemerintah berkomitmen mempercepat transisi energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional berbasis EBT,” tambah Bahlil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi memastikan bakal segera mempercepat penyusunan peraturan presiden (perpres) yang akan meregulasi program PLTS berkapasitas total 100 GW. 

Eniya menyebut kepastian tersebut didapatkan setelah mendapatkan arahan dari Kementerian Sekretariat Negara untuk segera menggarap aturan tersebut. “Perintah dari Setneg sudah ada, memang untuk segera dibahas. Nanti itu arahan dari Pak Menteri nanti saya akan konsultasi dahulu, karena diminta Pak Menteri segera konsultasi," kata Eniya di DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengembangan PLTS berkapasitas total 100 GW dapat rampung dalam waktu empat tahun. Dari besaran itu, Kepala Negara menargetkan pada tahun ini Indonesia bisa merampungkan pengembangkan PLTS dengan kapasitas sekitar 30 GW.

“Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 GW dan ini harus kita laksanaan dalam 4 tahun, tetapi tahun ini saja target kita adalah 30 GW,” kata Prabowo dalam peresmian Motor Listrik Nasional, disiarkan secara daring, Kamis (13/8/2026). Selain itu, Kepala Negara juga menginstruksikan PLN untuk segera mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Prabowo meminta agar PLN mengganti PLTD dengan kapasitas total 13 GW dengan pembangkit alternatif lainnya. Presiden juga sempat menyatakan Indonesia memiliki cadangan hidrogen yang melimpah dan diharapkan dapat segera dimanfaatkan.

“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 GW harus kita tinggalkan. Sumber-sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak,” ungkap Prabowo.

(azr/wep)

No more pages