Harga minyak telah melonjak lebih dari 50% tahun ini karena konflik AS-Iran, yang kini memasuki bulan keenam, menghambat pasokan minyak mentah global, tanpa ada tanda-tanda penyelesaian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Hal ini merupakan pekan yang krusial bagi pasar, di mana para investor menantikan komentar Gubernur Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, Wyoming, untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga, sejalan dengan harga minyak yang tinggi memicu tekanan inflasi dan imbal hasil obligasi melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Para trader juga telah bersiap menyambut laporan laba dan panduan Nvidia untuk menilai apakah reli saham AI tahun ini masih akan berlanjut.
Perhatian awal di Asia akan tertuju pada Alibaba. Raksasa ritel daring yang kini merambah bidang AI itu mengumumkan pada Minggu bahwa mereka menawarkan 710 juta saham dengan harga HK$112,7 per saham. Angka yang mewakili diskon sebesar 3,6% dibandingkan harga penutupan American Depositary Receipts (ADR) Alibaba pada Jumat lalu.
Baca Juga: Nasihat Investasi Jensen Huang: Waktunya Beli Saham Teknologi
Di sisi lain, kenaikan harga Nvidia akan berlaku untuk sistem yang dikirimkan pada awal tahun depan dan akan berdampak pada sistem-sistem termasuk yang menggunakan chip andalan Vera Rubin dan Grace Blackwell, menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, namun meminta namanya tidak disebutkan saat mengomentari komunikasi yang belum dipublikasikan. Kenaikan tersebut akan bergantung pada generasi chip Nvidia dan konfigurasi memori, kata mereka.
Perkembangan ini menambah mengenai keberlanjutan ledakan belanja AI, di mana melonjaknya biaya perangkat mengancam imbal hasil tepat saat perusahaan-perusahaan mengalokasikan dana yang semakin besar untuk teknologi tersebut.
Sementara, dolar Kanada melemah menyusul gagalnya tiba-tiba perundingan perdagangan dengan AS pada Jumat malam, yang mengakibatkan Washington memberlakukan bea masuk sebesar 50% atas barang-barang Kanada senilai sekitar US$20 miliar. Perdana Menteri Mark Carney mengatakan Kanada akan memberlakukan tarif balasan terhadap produk AS senilai US$20 miliar pada 8 September sebagai tanggapan.
Emas melanjutkan kenaikan dari pekan lalu, diperdagangkan sekitar US$4.630/troy ons.
Perhatian juga tertuju pada Bessent Monday dan rencananya untuk konsolidasi fiskal usai mengumumkan rencana meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang AS, yang menyebabkan fluktuasi tajam pada obligasi Treasury.
Meskipun Bessent telah berusaha meredakan kekhawatiran terkait kebijakan fiskal AS, CBO hanya memberikan sedikit petunjuk mengenai konsolidasi fiskal, dengan memperkirakan defisit anggaran yang besar dan utang yang akan naik ke rekor 120% dari PDB dalam 10 tahun, tulis Elias Haddad, kepala strategi pasar global di Brown Brothers Harriman, dalam sebuah catatan kepada klien.
“Tanpa pemotongan belanja atau peningkatan pendapatan yang kredibel, rencana Gedung Putih berisiko hanya menjadi sekadar mempercantikan tampilan luar,” tulis Haddad.
(bbn)
































