Logo Bloomberg Technoz

Untuk pertama kalinya sebagai pemimpin bank sentral terkemuka di dunia, Warsh akan menyampaikan pidato utama di Simposium Kebijakan Ekonomi tahunan Federal Reserve Kansas City.

Dengan yield obligasi pemerintah yang masih tinggi akibat liarnya pergerakan inflasi dan kekhawatiran defisit fiskal, Warsh berada di bawah tekanan untuk bertindak lebih seperti para pendahulunya dan memberikan panduan yang lebih jelas mengenai bagaimana The Fed mungkin bereaksi sepanjang sisa tahun ini.

Donald Trump dan Kevin Warsh. dok: Al Drago/Bloomberg

“Warsh dihadapkan pada sebuah pilihan: Perlukah dirinya memanfaatkan kesempatan di jam tayang utama ini untuk meyakinkan pasar bahwa The Fed memiliki rencana untuk menekan inflasi—sesuatu yang tidak dilakukannya dengan baik dalam konferensi persnya setelah rapat FOMC bulan Juli? Atau haruskah Warsh semakin intens dalam upayanya mengurangi panduan ke depan dan tidak memberikan sinyal apa pun mengenai faktor-faktor pendorong kebijakan moneter?” ungkap analis dari Bloomberg Economics, Anna Wong, Eliza Winger, dan Troy Durie. 

“Kami memperkirakan yang terakhir, dengan Warsh lebih fokus menjelaskan intellectual framework  di balik reformasi The Fed yang diusulkannya. Ia kemungkinan akan mengutip bukti bahwa panduan ke depan telah mengurangi fleksibilitas kebijakan dan membingungkan sinyal pasar.”

Dalam penampilannya pada hari Minggu di acara CBS “Face the Nation”, Gubernur Fed Minneapolis Neel Kashkari — salah satu dari tiga pejabat yang menyerukan kenaikan suku bunga bulan lalu — menyorot kekhawatirannya terkait inflasi yang berpotensi bertahan lama, namun ia tidak sampai menyatakan bahwa ia akan kembali menyerukan kenaikan suku bunga pada bulan September.

“Kita perlu melihat lebih banyak data, tetapi saya tidak ingin berspekulasi mengenai rapat berikutnya. Namun, saat ini saya tidak merasa yakin bahwa inflasi akan kembali turun ke target dalam waktu dekat,” terang dia.

Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi, meski masih di atas target 2% yang ditetapkan The Fed, mungkin mulai mereda. Pada Rabu, pemerintah akan merilis indeks PCE terbaru — indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed.

Para ekonom memperkirakan indeks harga PCE naik 3,6% pada bulan Juli dibandingkan tahun lalu. Walau angka tersebut akan menjadi kenaikan tahunan terkecil dalam empat bulan terakhir, harga minyak kembali naik bulan ini seiring berlarut-larutnya konflik di Iran.

Laporan yang sama diperkirakan akan menunjukkan sedikit perubahan pada pengeluaran pribadi yang disesuaikan dengan inflasi. Rilis data ekonomi lainnya dalam pekan mendatang meliputi revisi produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua pada hari Rabu dan penjualan rumah baru bulan Juli pada hari Selasa. Pada hari Jumat, Biro Statistik Tenaga Kerja akan merilis revisi awal data ketenagakerjaan acuan untuk tahun yang berakhir pada bulan Maret.

(bbn)

No more pages