Logo Bloomberg Technoz

Memasuki Kamis, 20 Agustus 2026, lonjakan cukup terasa hingga mendorong harga mendekati angka Rp2.720.000 juta per gram. Investor memanfaatkan momentum ini baik untuk menambah portofolio maupun memantau potensi buyback.

Pada Jumat, 21 Agustus 2026, pergerakan harga emas Antam sempat mengalami jeda dan bergerak stabil. Logam mulia ini bertahan konsisten di angka Rp2.725.000 per gram hingga penutupan sesi sore.

Memasuki akhir pekan pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pagi, harga sempat dibuka stagnan di angka Rp2.725.000 per gram. Stabilitas di awal hari memberikan kepastian harga bagi para pembeli pagi.

Namun, pada pembaruan data Sabtu siang (22/8/2026) pukul 10.00 WIB, emas Antam melesat naik sebesar Rp15.000 per gram. Kenaikan tersebut resmi membawa emas pecahan 1 gram ke level tertinggi sepekan di angka Rp2.740.000 per gram.  Bersamaan dengan kenaikan harga jual, nilai buyback juga terkerek naik ke posisi Rp2.600.000 per gram. 

Di sisi lain, pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi bahwa pergerakan harga emas pekan depan akan berada pada rentang support US$4.437/troy ons hingga titik tertinggi senilai US$4.766/troy ons.

“Dalam pekan depan harga emas dunia kemungkinan besar akan ditransaksikan di US$4.437/troy ons, kemudian resistance-nya itu adalah US$4.766/troy ons,” ungkap Ibrahim, Minggu (23/8/2026).

Adapun, pada penutupan perdagangan Sabtu pagi, harga emas dunia berada di level US$4.604/troy ons. 

Ibrahim juga mengatakan, jika mengalami koreksi pada Senin (24/8/2026) harga diprediksi menyentuh batas support pertama di US$4.520/troy ons, sebelum berpotensi bergerak menuju support mingguan di level US$4.437/troy ons.

“Kemudian kalau seandainya harga emas dunia mengalami kenaikan, ya, resistance pertama itu di US$4.676. Kemudian dalam sepekan, ya, harga emas dunia itu di US$4.766,” katanya.

(smr/wep)

No more pages