Pertumbuhan pesat ini terjadi di tengah persaingan sengit perusahaan dengan rival lamanya, OpenAI, untuk memenangkan pelanggan korporat.
Sempat dianggap sebagai pihak yang kurang diunggulkan dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI), Anthropic kini mengalami lonjakan jumlah profesional yang menggunakan perangkat lunaknya untuk mengefisienkan berbagai tugas, termasuk pemrograman (coding).
Pendapatan tahunan (run rate) Anthropic melampaui US$47 miliar pada Mei. Sebagai perbandingan, OpenAI memiliki pendapatan tahunan lebih dari US$40 miliar, menurut laporan Bloomberg News, meskipun kedua angka tersebut mungkin tidak dihitung dengan metode yang sama.
Perusahaan sedang melakukan pertemuan dengan para investor menjelang potensi IPO berskala besar, menurut sumber yang mengetahui masalah ini pada Juli.
Anthropic telah mengajukan permohonan pencatatan saham secara rahasia dan bekerja sama dengan Morgan Stanley, Goldman Sachs Group Inc., serta JPMorgan Chase & Co. untuk proses IPO tersebut, sebagaimana dilaporkan Bloomberg News.
Anthropic berupaya memanfaatkan kapasitas pendanaan yang besar di pasar publik untuk mempertahankan keunggulannya atas OpenAI dan perusahaan lain, mengingat perusahaan-perusahaan AI menghabiskan ratusan miliar dolar untuk mengembangkan model-model paling mutakhir.
Jika IPO dilakukan pada musim gugur ini, Anthropic akan melantai di bursa lebih awal dibandingkan OpenAI maupun DeepSeek—perusahaan AI asal China yang pangsa pasarnya terus meningkat.
DeepSeek sendiri sedang bersiap untuk IPO dan dapat mengajukan permohonan pencatatan saham paling cepat tahun ini, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Persaingan di bidang AI telah memanaskan pasar IPO; menurut data yang dihimpun Bloomberg, pencatatan saham tahun ini berhasil menggalang dana sebesar US$256,4 miliar—angka yang tidak mencakup perusahaan blank-check maupun sarana keuangan lainnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah perolehan dana ini merupakan yang tertinggi dalam satu tahun sejak 2021.
(bbn)

































