Logo Bloomberg Technoz

Laporan inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pada Rabu (12/8) memberikan dorongan baru. Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat mereda sehingga turut menopang saham-saham perusahaan cip sejenis yang tercatat di bursa AS. Ekspektasi bahwa Samsung dan SK Hynix akan segera mengumumkan rencana pengembalian modal kepada pemegang saham juga meningkatkan sentimen dalam beberapa sesi terakhir.

Kospi telah menguat lebih dari 60% sepanjang tahun ini dalam reli yang sebagian besar didorong investor ritel, tetapi masih sekitar 24% di bawah level tertingginya pada akhir Juni. Indeks tersebut anjlok 22% pada Juli, mencatat kinerja bulanan terburuk sejak krisis keuangan global.

Investor asing masih menjadi penjual secara neto. Mereka telah menarik lebih dari US$100 miliar dari saham Korsel tahun ini ketika pasar dinilai semakin padat dan mengalami overheating. Namun, sejumlah dana asing mulai kembali masuk setelah aksi jual membuat valuasi saham menjadi lebih menarik.

Meningkatnya ancaman persaingan dari China sempat meredam lonjakan saham-saham memori, tetapi prospek permintaan dalam jangka pendek masih kuat. Perluasan penggunaan AI ke berbagai aplikasi baru serta peningkatan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari mendorong kebutuhan terhadap cip semakin tinggi.

“Karena AI agent dan AI fisik, permintaan memori telah melonjak, tetapi kita memasuki kondisi ini dengan kapasitas pasokan yang sangat terbatas—di situlah letak hambatannya,” kata Qian Zhang, spesialis investasi saham pasar berkembang di Baillie Gifford. “Kami tidak mengatakan dunia akan terus membangun pusat data dengan kecepatan seperti ini selamanya, tetapi ini merupakan hambatan fisik nyata yang hanya dapat diatasi oleh segelintir perusahaan di dunia.”

(bbn)

No more pages