BEI Ungkap Respons MSCI soal Reformasi Pasar Modal Indonesia
Cahya Puteri Abdi Rabbi
12 August 2026 15:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan respons MSCI terhadap sejumlah reformasi yang dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, transformasi pasar modal yang dilakukan BEI bersama pemangku kepentingan salah satunya ditujukan untuk merespons perhatian dari MSCI, FTSE Russell, dan penyedia indeks global lainnya.
Sejumlah reformasi telah dilakukan, termasuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham dengan membuka informasi pemegang saham di atas 1%. BEI juga memperinci data investor dari sebelumnya sembilan menjadi 39 tipe dan subtipe investor.
Selain itu, BEI telah menaikkan ketentuan minimum free float dari 7,5% menjadi 15% melalui Peraturan I-A. Bursa juga menerapkan High Shareholding Concentration (HSC) untuk memberikan informasi kepada investor mengenai saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi.
Jeffrey mengatakan, reformasi tersebut terus dikembangkan. Dalam publikasi terbaru kepemilikan saham di atas 1%, BEI telah menambahkan informasi tipe investor yang dikaitkan dengan masing-masing pemegang saham. Ke depan, BEI juga berencana menambahkan informasi mengenai status afiliasi pemegang saham.





























