Israel dan Hamas sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata untuk mengakhiri perang selama dua tahun yang dipicu oleh serangan kelompok tersebut pada tahun 2023 ke komunitas dan pangkalan militer Israel.
Di bawah 20 poin rencana Trump, para sandera Hamas yang tersisa—baik yang masih hidup maupun yang telah tewas—dilepaskan dari Gaza, membuka jalan bagi transisi pemerintahan dan rekonstruksi wilayah tersebut. Gaza hancur lebur akibat perang Israel-Hamas, di mana sebagian besar kawasan perkotaannya rata dengan tanah akibat pengeboman Israel dan diperkirakan 70.000 warga Palestina tewas.
Rencana Trump juga mengusulkan para pejuang Hamas untuk meletakkan senjata mereka sebagai imbalan atas amnesti. Namun, Hamas sempat menolak untuk melucuti persenjataannya, sehingga kendali atas Gaza hingga kini masih terbagi antara kelompok tersebut dan pasukan Israel.
Israel baru-baru ini menyetujui pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional ke dalam wilayah Gaza untuk menjaga keamanan serta mengawasi proses demiliterisasi.
(bbn)































