Logo Bloomberg Technoz

Warsh merujuk pada satgas-satgas yang didirikannya untuk, antara lain, mengkaji kerangka kerja inflasi The Fed serta data ekonomi yang dipantaunya.

“Komentar-komentar ini seolah mengonfirmasi dugaan bahwa satgas tersebut hanyalah kedok untuk meredefinisi tantangan inflasi,” tulis Michael Feroli, Chief US Economist di JPMorgan Chase & Co., dalam sebuah catatan kepada kliennya.

Para investor di pasar obligasi pemerintah AS (Treasury) senilai US$2 triliun yang terkait dengan inflasi langsung mengambil tindakan. Tingkat breakeven 30-tahun—sebuah indikator pasar untuk inflasi yang diharapkan yang diturunkan dari selisih antara surat berharga nominal dan yang terkait inflasi—melonjak paling tinggi sejak 2024, yang sebagian dipicu oleh komentar Warsh mengenai PCE, ungkap para pelaku pasar.

Para ahli strategi JPMorgan merekomendasikan klien mereka untuk bertaruh pada kenaikan ekspektasi inflasi—melalui harga five-year forward untuk five-year inflation swaps.

Mantan Gubernur Federal Reserve Bank of Richmond, Jeffrey Lacker, memperingatkan bahwa Warsh perlu berhati-hati terhadap metrik apa yang akhirnya menjadi fokus utamanya.

“Sangat tidak jelas ke mana mereka akan beralih, dan yang lebih penting, kriteria apa yang akan memandu pilihan mereka,” kata Lacker, yang dikenal sebagai sosok berpandangan hawkish terhadap inflasi selama masa jabatannya pada 2004–2017. “Anda harus memilih indeks yang andal dan berdasar luas. Hanya ada dua: indeks harga PCE dan IHK. Itu saja.”

Indeks Harga Konsumen (IHK), yang naik 3,5% pada bulan Juni, merupakan indikator yang digunakan untuk Obligasi AS Dilindungi Inflasi (TIPS) dan penyesuaian biaya hidup Jaminan Sosial (Social Security).

Perspektif yang 'Lebih Luas'

“Rata-rata—dalam jangka waktu yang panjang—keduanya tidak jauh berbeda,” kata Lacker mengenai dua indikator utama tersebut.

Warsh pada hari Rabu menegaskan, “Ya, saya peduli dengan berapa angka rilis PCE, saya peduli dengan kontribusi dari IHK dan hal lainnya, tetapi lensa pengamatan saya lebih luas dari itu.”

Orang nomor satu di The Fed tersebut menolak untuk merinci apa lagi indikator lain yang dimaksud.

“Mendefinisikan ukuran inflasi apa yang akan dipantau oleh Warsh dan The Fed adalah hal yang sangat krusial,” tegas Kathy Bostjancic, Chief Economist di Nationwide.

Beberapa pengamat The Fed mengantisipasi bahwa, seiring segala hal menjadi lebih jelas, indikator pilihan Warsh akan menunjukkan laju kenaikan harga yang lebih melandai.

“Selama beberapa bulan ke depan, akan makin terlihat jelas bahwa kumpulan metrik inflasi yang lebih luas yang dipantau Warsh tidak menunjukkan akselerasi inflasi yang mengkhawatirkan,” tulis ekonom Citigroup Inc., Andrew Hollenhorst dan Veronica Clark, dalam sebuah catatan pada hari Kamis.

Tim strategi Citi memperingatkan bahwa sikap Warsh dapat mengarahkan rentang perdagangan baru untuk apa yang disebut five-year, five-year inflation forward, “yang sebelum hari ini telah dibatasi di kisaran 2,5% dalam beberapa tahun terakhir.”

Pihak lainnya melihat risiko dampak yang lebih luas pada pasar Treasury senilai US$31 triliun, termasuk kenaikan lebih lanjut pada apa yang disebut term premium—imbal hasil ekstra yang dituntut investor untuk menempatkan uang dalam surat berharga jangka panjang daripada sekadar memperpanjang surat berharga jangka pendek.

“Ketika ada ketidakpastian yang meningkat atau berkurangnya keyakinan terhadap komitmen perlawanan inflasi oleh The Fed, hal itu akan tercermin pada term premium yang lebih tinggi dan premi risiko inflasi yang lebih tinggi,” ungkap Jon Hill, Head of US Inflation Strategy di Barclays Plc.

(bbn)

No more pages