Strategi tersebut mencakup fokus pada tiga Core Businesses Grup, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan dan Solusi Pertambangan & Alat Berat; kerangka alokasi modal yang lebih disiplin, termasuk dividen dan share buyback; serta komitmen untuk bertransformasi melalui penyelarasan kepemimpinan.
Astra telah mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp8 triliun untuk 12 bulan ke depan, yang telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026.
Selain itu, anak usaha Astra PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp2 triliun untuk tiga bulan ke depan.
Sebelumnya, sejak November 2025, Astra dan UNTR telah menyelesaikan program share buyback dengan total nilai Rp7,4 triliun hingga akhir Juni 2026. Selain itu, Astra juga telah menjalankan penyelarasan insentif manajemen melalui program MSOP.
“Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis,” kata Rudy.
Adapun, UNTR mencatat penurunan laba bersih mencapai 88,2% ke level Rp956,28 miliar dari Rp8,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan laba terjadi seiring melemahnya pendapatan yang pada periode ini turun 15% menjadi Rp58,29 triliun dari Rp68,53 triliun pada semester I-2025.
UNTR menjelaskan bahwa penurunan pendapatan terutama dipicu oleh lebih rendahnya penjualan emas di PT Agincourt Resources serta melemahnya kinerja segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal maupun metalurgi sebagai dampak alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional 2026 yang lebih rendah.
Sementara itu, segmen ASII yang lain masih mencatat pertumbuhan laba bersih selama paruh pertama 2026, dengan segmen otomotif +9% YoY, jasa keuangan +6% YoY, dan segmen ‘others’ +81% YoY.
“Dengan asumsi tidak adanya lagi beban one-off yang signifikan pada semester II-2026, serta potensi naik RKAB dan kelanjutan pemulihan produksi emas Martabe, kami menilai kinerja UNTR dapat pulih signifikan,” dikutip dari komentar tim riset Stockbit.
Di sisi lain, tim riset Stockbit berpendapat, ASII masih berpeluang mengejar proyeksi laba bersih tahun 2026 di kisaran Rp29 triliun berdasarkan konsensus analis.
(naw)





























