Logo Bloomberg Technoz

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga turut bergabung dalam pembicaraan tersebut.

Sementara itu, He menyampaikan “keprihatinan serius” atas sejumlah langkah terbaru AS terhadap Beijing dalam pembicaraan tersebut, menurut keterangan dari kantor berita resmi China, Xinhua.

Kedua pihak sepakat untuk “meningkatkan komunikasi, membangun kepercayaan bersama, dan menghilangkan keraguan,” menurut pernyataan tersebut.

Bessent dan He telah bertemu secara rutin selama sekitar satu setengah tahun terakhir untuk membahas isu-isu sensitif dalam hubungan AS-China, termasuk tarif, logam tanah jarang, dan aplikasi media sosial TikTok.

Proses tersebut menghasilkan pembicaraan yang rapuh yang memungkinkan kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke Beijing pada Mei. Xi dijadwalkan mengunjungi AS pada September.

Dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut saat ini berada dalam gencatan perdagangan yang menghasilkan penangguhan sejumlah tarif dan pembatasan ekspor lainnya.

Namun, belakangan ini mulai muncul sejumlah keretakan dalam hubungan kedua negara, termasuk terkait bea masuk baru ketika Trump berupaya kembali membangun tembok tarifnya, akses terhadap mineral logam tanah jarang, potensi pengiriman persenjataan China ke Teheran di tengah perang AS-Iran, serta peluncuran model kecerdasan buatan (AI) China.

Model AI open-weight baru tersebut mampu bersaing dengan sejumlah model tercanggih yang dikembangkan perusahaan-perusahaan AS dan telah memicu kekhawatiran di Washington.

Bessent baru-baru ini mengisyaratkan bahwa sanksi AS dapat digunakan untuk menindak apa yang disebutnya sebagai potensi pencurian kekayaan intelektual oleh perusahaan-perusahaan AI China.

AS juga telah memberlakukan pembatasan terhadap robot dan inverter buatan luar negeri dengan alasan adanya “kerentanan rantai pasokan.”

Pembatasan yang dikeluarkan Federal Communications Commission (FCC) tersebut tidak secara langsung menyebut Beijing.

Namun, mengingat sebagian besar produk tersebut dibuat di China, kebijakan itu pada praktiknya menjadi larangan terhadap produk dari negara tersebut.

(bbn)

No more pages