Xiaomi membukukan pengiriman 31,2 juta unit, turun 26% secara tahunan dengan pangsa pasar menyusut menjadi 11%. OPPO mengirimkan 28,4 juta unit, turun 17%, sedangkan vivo mencatat pengiriman 21,5 juta unit atau turun 18%.
Omdia menilai bahwa kondisi tersebut mencerminkan semakin tajamnya polarisasi pasar smartphone.
Di tengah tekanan biaya produksi, vendor dengan portofolio premium mampu mempertahankan permintaan dan menjaga profitabilitas, sementara pemain yang mengandalkan segmen harga terjangkau menghadapi tekanan lebih besar.
Runar Bjorhovde, analis dari Omdia menjelaskan bahwa penurunan paling dalam terjadi pada segmen smartphone dengan harga di bawah US$400. Segmen tersebut paling terdampak karena pasokan komponen memori yang ketat, margin keuntungan yang tipis, serta tingginya sensitivitas konsumen terhadap kenaikan harga.
Omdia mencatat biaya memori dan penyimpanan kini menyumbang lebih dari 60% biaya produksi perangkat kelas bawah dan lebih dari 30% untuk smartphone premium. Kondisi tersebut mendorong banyak vendor mengurangi jumlah model, menaikkan harga jual, hingga mengalihkan fokus dari mengejar volume ke peningkatan nilai penjualan.
Di sisi lain, Samsung diuntungkan oleh permintaan yang tetap kuat terhadap lini premium Galaxy serta tertundanya peluncuran seri Galaxy S26 yang menggeser sebagian permintaan ke kuartal kedua. Perusahaan juga memperoleh tambahan pangsa pasar di segmen entry-level ketika sejumlah vendor China mengurangi lini produknya dan menaikkan harga jual.
Apple juga mencatat kinerja kuartal kedua terbaik dalam sejarah perusahaan. Omdia menilai siklus pembaruan iPhone 17 menjadi salah satu yang terkuat, ditopang kebijakan harga yang relatif stabil ketika banyak kompetitor terpaksa menaikkan harga akibat lonjakan biaya komponen.
Prediksi ke depan bahwa tekanan pada industri smartphone masih akan berlanjut, tegas Omdia. Pasokan chip memori diperkirakan tetap ketat hingga setidaknya paruh kedua 2027, sementara penurunan volume pengiriman diproyeksikan semakin dalam pada dua kuartal berikutnya seiring musim peluncuran produk baru dan periode belanja akhir tahun yang berhadapan dengan keterbatasan pasokan komponen.
(fik/wep)






























