Dalam laporan keuangan yang dirilis perseroan, pendapatan bersih United Tractors turun 15% menjadi Rp58,29 triliun pada semester I-2026, dari Rp68,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pelemahan kinerja terutama berasal dari turunnya kontribusi sejumlah lini bisnis. Pada segmen mesin konstruksi, penjualan alat berat Komatsu turun 27% menjadi 1.994 unit dibandingkan semester I-2025. Kondisi tersebut membuat pendapatan segmen mesin konstruksi menyusut 28% menjadi Rp15 triliun dari Rp20,8 triliun.
Segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi juga mencatat pelemahan dengan pendapatan turun 4% menjadi Rp12,9 triliun. Perseroan menyebut penurunan tersebut terjadi seiring lebih rendahnya volume penjualan batu bara.
Tekanan paling besar terjadi pada bisnis emas dan mineral lainnya. Pendapatan segmen tersebut anjlok 66% menjadi Rp2,4 triliun dari Rp7,1 triliun pada semester I tahun lalu, terutama akibat penjualan emas yang merosot 82% setelah operasional Tambang Emas Martabe sempat terhenti dan baru kembali beroperasi pada kuartal II-2026.
Di tengah pelemahan sejumlah lini usaha, segmen jasa kontraktor penambangan masih mampu mencatatkan pertumbuhan. Pendapatan dari bisnis ini naik 4% menjadi Rp27,2 triliun dibandingkan Rp26,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu, terutama ditopang pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
(dhf)






























