Logo Bloomberg Technoz

Selaras Transformasi Danantara, Laba BTN Melonjak 40,8%


Dok. BTN
Dok. BTN

Bloomberg Technoz, Jakarta - Transformasi yang dijalankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN terus menunjukkan hasil positif sepanjang semester pertama 2026. Penguatan fundamental bisnis, percepatan digitalisasi, serta pengembangan ekosistem layanan keuangan dan perumahan menjadi fondasi utama yang mendorong pertumbuhan kinerja perseroan sekaligus memperluas akses layanan bagi masyarakat.

Langkah transformasi tersebut berjalan seiring dengan arah transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara Indonesia. Fokus pada peningkatan daya saing, inovasi, tata kelola, dan penciptaan nilai jangka panjang menjadi strategi yang memperkuat posisi BTN dalam menghadapi dinamika industri perbankan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan transformasi yang dilakukan perseroan secara konsisten selama lebih dari satu dekade kini telah memasuki fase Beyond Mortgage. Tahap ini menjadi strategi BTN untuk membangun ekosistem layanan keuangan yang lebih terintegrasi sekaligus memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar pembiayaan perumahan.

Menurut Nixon, transformasi tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat daya saing perusahaan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat melalui layanan yang lebih modern dan mudah diakses.

"Transformasi BTN sejalan dengan arah transformasi Danantara yang berfokus pada penguatan daya saing, inovasi, tata kelola, dan penciptaan nilai jangka panjang. Kami tidak hanya membangun bank yang lebih kuat, tetapi juga menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat melalui layanan keuangan dan ekosistem perumahan yang semakin terintegrasi," ujar Nixon di Jakarta, Kamis (29/7).

Implementasi strategi tersebut tercermin pada kinerja keuangan BTN selama semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun atau meningkat 40,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, kualitas aset juga mengalami perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) turun menjadi 2,99 persen dari sebelumnya 3,3 persen pada semester I 2025. Penurunan tersebut menunjukkan efektivitas pengelolaan risiko yang dilakukan perseroan di tengah tantangan ekonomi.

Pertumbuhan bisnis juga tercermin dari penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi yang meningkat 11,2 persen secara tahunan menjadi Rp418,11 triliun. Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit perumahan yang tetap kuat serta lonjakan kredit nonperumahan sebesar 46,1 persen sebagai bagian dari implementasi strategi Beyond Mortgage.

Total aset BTN hingga semester I 2026 juga meningkat menjadi Rp545,16 triliun atau tumbuh 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 6,6 persen menjadi Rp433 triliun yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perseroan.

Transformasi Digital Jadi Motor Pertumbuhan BTN

Selain mencatatkan pertumbuhan bisnis, transformasi BTN juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satu pilar utama transformasi tersebut adalah penguatan layanan digital melalui superapps balé by BTN.

Hingga semester I 2026, jumlah pengguna balé by BTN telah melampaui 4,3 juta orang. Platform digital tersebut didukung lebih dari 344 ribu merchant, sekitar 14 ribu pengembang perumahan, serta 59 pemerintah daerah yang telah terhubung dalam ekosistem layanan BTN.

Peningkatan jumlah pengguna turut diikuti pertumbuhan aktivitas transaksi digital. Volume transaksi melalui balé by BTN meningkat 41,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara nilai transaksi melonjak 55,3 persen secara tahunan.

Menurut Nixon, penguatan ekosistem digital membuat masyarakat dapat mengakses berbagai layanan BTN dalam satu platform secara lebih cepat dan efisien. Hal tersebut menjadi bagian penting dari transformasi yang terus dijalankan perusahaan.

"Melalui transformasi digital dan penguatan ekosistem, masyarakat kini semakin mudah mengakses layanan BTN, mulai dari mencari rumah, mengajukan KPR, hingga berbagai layanan keuangan lainnya dalam satu platform. Inilah bentuk nyata transformasi yang kami lakukan," kata Nixon.

Di samping memperkuat digitalisasi, BTN juga terus meningkatkan kontribusi terhadap Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah. Perseroan memperluas pembiayaan sektor perumahan sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru untuk memperkuat keberlanjutan bisnis.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh BTN adalah mengakuisisi portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi strategi Beyond Mortgage, memperluas basis nasabah, serta menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam.

Transformasi yang dijalankan BTN juga diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekosistem perumahan nasional. Dengan memadukan layanan pembiayaan, digitalisasi, dan kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, perseroan berupaya menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi masyarakat.

Sinergi dengan arah transformasi Danantara menjadi salah satu faktor yang diyakini akan mempercepat peningkatan daya saing BTN. Penguatan tata kelola perusahaan, inovasi produk, serta pengembangan teknologi menjadi fokus utama untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Ke depan, BTN optimistis transformasi yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade akan terus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan pembiayaan perumahan. Strategi Beyond Mortgage diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru yang mendukung pembangunan nasional sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan di Indonesia.

Menutup paparannya, Nixon menegaskan komitmen perseroan untuk terus melanjutkan transformasi yang selaras dengan arah pengembangan Danantara.

"Selaras dengan transformasi Danantara, kami akan terus memperkuat inovasi, tata kelola, digitalisasi, dan kolaborasi untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi masyarakat, pemegang saham, serta mendukung agenda pembangunan nasional," tutup Nixon.