Logo Bloomberg Technoz

Soal daya, Galaxy Z Fold 8 menjadi seri Fold pertama Samsung yang menggunakan baterai silicon-carbon berkapasitas 4.800 mAh. Teknologi ini menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, sehingga memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa harus menambah ketebalan perangkat.

Dengan kombinasi baterai baru dan efisiensi, perangkat mampu memberikan daya tahan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Meski demikian, tidak semua aspek mengalami peningkatan. Samsung diketahui menghilangkan fitur kamera pada Galaxy Z Fold 8. Jika Z Fold 7 hadir dengan konfigurasi tiga kamera belakang, Fold 8 hanya mengusung kamera utama dan ultrawide tanpa lensa telefoto.

Sebagai imbalab, Samsung meningkatkan kualitas kamera ultrawide, namun bagi pengguna yang mengutamakan kemampuan zoom optik, perubahan tersebut dinilai sebagai langkah mundur.

Desain 'Passport' Galaxy Z Fold 8 dari Samsung (Bloomberg)

Di sisi lain, perangkat ini juga masih belum mendukung sertifikasi IP68 maupun pengisian daya nirkabel Qi2, dua fitur yang mulai banyak diadopsi pada ponsel premium. Absennya kedua fitur tersebut menjadi salah satu kompromi Samsung demi menghadirkan desain Fold yang lebih ringkas, The Verge meyakini.

Secara keseluruhan, Galaxy Z Fold 8 sebagai langkah terbesar Samsung dalam mengembangkan ponsel lipat. Meski masih memiliki sejumlah kompromi, terutama pada sektor kamera, perubahan desain, rasio layar yang lebih ergonomis, serta penggunaan baterai silicon-carbon membuat Fold 8 terasa seperti arah baru bagi lini Fold Samsung ke depan.

Bagi pengguna Galaxy Z Fold 7, peningkatan performa mungkin tidak menjadi alasan utama untuk beralih. Namun, untuk mereka yang mengutamakan desain, kenyamanan penggunaan, dan pengalaman layar yang lebih mendekati tablet, Galaxy Z Fold 8 menawarkan perubahan yang jauh lebih terasa dibandingkan sekadar pembaruan spesifikasi.

(fik/wep)

No more pages