Secara terpisah, Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz mengatakan suku bunga The Fed diperkirakan akan tetap tinggi lebih lama. Inflasi di Amerika Serikat (AS) masih sulit turun dan sudah menyebar ke berbagai sektor. Meskipun kondisi pasar tenaga kerja mulai melambat, hal ini belum cukup untuk membuat The Fed melonggarkan kebijakan.
“Karena itu, The Fed masih cenderung mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, bahkan masih ada kemungkinan menaikkan suku bunga jika diperlukan,” ujar dia dalam risetnya.
Kondisi ekonomi global masih penuh tantangan
Dia menambahkan, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), kuatnya nilai tukar dolar AS, dan risiko geopolitik yang masih berlanjut membuat kondisi keuangan global tetap ketat. Situasi ini, kata dia, dapat mengurangi minat investor terhadap aset di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di sisi lain, jika suku bunga The Fed tetap tinggi dalam waktu lama, BI perlu menjaga agar imbal hasil aset berdenominasi rupiah tetap menarik bagi investor.
Hal ini karena kebijakan lain di luar suku bunga, seperti pengelolaan likuiditas atau kebijakan makroprudensial, hanya berfungsi sebagai pelengkap dan tidak dapat menggantikan peran suku bunga dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.
Sebelumnya diberitakan, The Fed tetap mempertahankan suku bunga di level 3,5%–3,75%. Namun, yang turut jadi perhatian, tiga pejabat The Fed tidak setuju dengan keputusan tersebut dan memilih untuk memperketat kebijakan moneter, yang menggarisbawahi sejauh mana volatilitas harga minyak telah mempersulit tugas bank sentral.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Federal Open Market Committee (Komite Pasar Terbuka Federal) melakukan pemungutan suara dengan hasil 9:3 untuk menahan suku bunga acuan.
The Fed hampir tidak melakukan perubahan pada pernyataan resmi usai pertemuan, seraya menegaskan kembali “komite akan mewujudkan stabilitas harga,” dan menyebutkan inflasi tetap tinggi “sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang memicu kenaikan harga di sektor-sektor tertentu, termasuk energi.”
(mfd/ell)





























