Logo Bloomberg Technoz

Kemudahan akses menjadi salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan bisnis emas BSI. Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat kini dapat mulai berinvestasi emas hanya dengan dana mulai Rp50 ribu. Inovasi tersebut membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk memiliki aset emas secara bertahap sesuai kemampuan finansial.

Nasabah juga memperoleh fleksibilitas dalam melakukan transaksi pembelian maupun penjualan emas secara real-time selama 24 jam setiap hari. Seluruh proses dapat dilakukan melalui perangkat digital tanpa harus mengunjungi kantor cabang sehingga memberikan kenyamanan sekaligus efisiensi bagi pengguna.

Transformasi digital yang dilakukan perseroan dinilai berhasil memperluas akses layanan investasi emas kepada berbagai kelompok masyarakat. Digitalisasi tersebut juga memperkuat strategi BSI dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah melalui layanan investasi yang lebih mudah, aman, dan praktis.

BSI Perkuat Ekosistem Emas Syariah Nasional

Selain memperkuat kanal digital, BSI juga terus memperluas distribusi produk emas fisik melalui BSI Gold. Saat ini, produk tersebut telah tersedia di sejumlah toko emas resmi rekanan BSI yang berada di berbagai sentra perdagangan emas nasional.

Ekspansi tersebut menjadi langkah awal dalam memperluas jaringan distribusi BSI Gold ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan semakin luasnya jaringan mitra penjualan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap produk emas resmi yang disediakan perseroan.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan justru mendorong masyarakat lebih selektif dalam menentukan instrumen investasi. Menurutnya, emas menjadi salah satu pilihan utama karena mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

"Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang," ujar Cahyo.

Menurut Cahyo, pertumbuhan bisnis bullion bukan hanya memperkuat posisi BSI sebagai bank yang memiliki ekosistem layanan emas syariah nasional, tetapi juga menjadi salah satu sumber pertumbuhan pendapatan berbasis komisi yang semakin penting bagi perusahaan.

Layanan bullion melengkapi berbagai produk emas yang sebelumnya telah dimiliki BSI. Perseroan lebih dahulu menghadirkan layanan Cicil Emas, Gadai Emas, serta penjualan BSI Gold yang kini menjadi bagian dari ekosistem investasi emas syariah secara menyeluruh.

Kinerja bisnis gadai emas juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Hingga Juni 2026, outstanding gadai emas BSI mencapai Rp30,5 triliun atau meningkat sekitar 80,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi bisnis emas terhadap pendapatan berbasis komisi perusahaan juga semakin besar. Hingga Juli 2026, bisnis emas berhasil menghasilkan fee-based income sekitar Rp2,10 triliun atau meningkat 100 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa bisnis emas tidak hanya memberikan manfaat bagi nasabah sebagai sarana investasi, tetapi juga menjadi salah satu pilar pertumbuhan bisnis BSI yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan nonpembiayaan perusahaan.

Perseroan meyakini prospek bisnis emas masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi investasi menjadi faktor utama yang diperkirakan akan terus menopang permintaan terhadap produk emas.

Selain sebagai instrumen investasi, BSI juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Investasi emas dinilai dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan masa depan, mulai dari biaya pendidikan, kepemilikan rumah, hingga rencana pelaksanaan ibadah haji.

Melalui penguatan layanan bullion, digitalisasi transaksi, serta perluasan distribusi BSI Gold, perseroan optimistis bisnis emas akan berkembang semakin pesat pada masa mendatang. Strategi tersebut sekaligus diharapkan memperkuat posisi BSI sebagai pelopor ekosistem bullion syariah di Indonesia sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah bagi masyarakat.

(tim)

No more pages