Sementara itu, KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 225 (Tokyo), dan TOPIX (Jepang), terpangkas masing-masing 7,23%, 7,07%, 3,63%, 1,94%, dan 0,18%.
Sentimen yang menghantui Indeks hari ini adalah datang dari keputusan rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Rapat FOMC 28–29 Juli dinilai jadi salah satu pertemuan yang sulit diprediksi, terlebih dengan kepemimpinan Gubernur The Fed Kevin Warsh.
Ekonom Bloomberg Economics Anna Wong menyebut, keputusan kali ini berada di tangan Warsh. Dia mengestimasikan FOMC akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, tetapi dengan selisih dukungan yang sangat tipis. Terlebih peluang kenaikan suku bunga juga belum sepenuhnya tertutup.
Terbaru, mengutip CME FedWatch Tools siang ini, peluang Federal Funds Rate tetap bertahan di rentang 3,5–3,75% dalam rapat bulan ini mencapai 68,5%.
Sedangkan konflik Timur Tengah belum mereda. Militer AS menyatakan berhasil mencegat upaya serangan mendadak dari Iran terhadap pasukan yang ditempatkan di Timur Tengah.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, meletusnya kembali pertempuran telah mengalihkan fokus investor ke Selat Hormuz. Risiko gangguan pada aliran pasokan minyak berpotensi memicu inflasi, tepat sebelum keputusan suku bunga oleh The Fed pada Rabu setempat.
“Kami tetap berhati-hati terhadap potensi kesepakatan apa pun yang tidak secara konkret menyelesaikan masalah Selat Hormuz, mengingat perselisihan terkait pengelolaan Selat Hormuz tersebut sempat memicu agresi Iran dan kegagalan pada nota kesepahaman (MoU) sebelumnya,” terang Ryan McKay, Senior Commodity Strategist di TD Securities.
(fad/aji)




























