Logo Bloomberg Technoz

“Saya pikir kita berada dalam posisi yang sangat kuat saat ini,” ujar Trump kepada Fox News pada Selasa pagi. Ia menegaskan kembali ancamannya untuk membom jembatan-jembatan utama Iran jika tidak ada kesepakatan yang dicapai, namun menambahkan, “jika saya bisa menghindarinya, saya ingin melakukan itu.”

Pada hari Selasa, Trump menyambut kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih untuk melakukan pembicaraan, di tengah situasi perang yang merenggangkan hubungan antara kedua negara yang biasanya bersekutu erat. Netanyahu berada di Washington untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham, sosok berhaluan keras yang lama menentang Iran.

Netanyahu berupaya menekan AS untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, meski Trump menegaskan tidak akan pernah membiarkan Teheran mengoperasikan senjata semacam itu, ia lebih berfokus mengamankan kesepakatan dengan Iran yang dapat melonggarkan cengkeraman di Selat Hormuz dan mengizinkan kapal-kapal melintas lebih mudah di jalur energi vital tersebut.

“Ini adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan,” kata Netanyahu dalam video yang diunggah di Instagram usai bertemu Trump. “Ini adalah pertemuan dengan kerja sama penuh, saling mendukung, dan dengan pemahaman atas tujuan bersama bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, serta tujuan-tujuan lainnya.”

Sejumlah isu lain juga turut mewarnai hubungan kedua pemimpin, termasuk rencana kesepakatan nuklir AS dengan Arab Saudi serta potensi penjualan jet tempur F-35 kepada Turki, yang memicu kekhawatiran Israel terhadap kemungkinan perlombaan senjata di kawasan.

Israel "sepenuhnya mendukung jalur apa pun yang dipilih presiden," kata juru bicara pemerintah Israel, Doron Spielman, kepada Bloomberg. "Masalah ini bisa diselesaikan dengan cara yang mudah melalui negosiasi, yang tentu menjadi pilihan semua pihak, atau dengan cara yang sulit."

Seorang pejabat Israel lainnya mengatakan kemungkinan penjualan F-35 kepada Turki tidak dibahas dalam pertemuan tersebut. Demikian pula mengenai masa depan Pickaxe Mountain di Iran, lokasi yang dicurigai AS dan Israel sebagai fasilitas nuklir dan sebelumnya sempat diancam akan menjadi sasaran serangan oleh Trump, kata Duta Besar Israel untuk Inggris Tzipi Hotovely kepada wartawan.

Menurut Hotovely, Trump juga tidak menekan Netanyahu agar mempercepat operasi militer di Gaza maupun menarik pasukan Israel dari Lebanon.

Selat Hormuz tetap menjadi pusat ketegangan setelah kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran runtuh.

Di tengah situasi tersebut, para perunding dari Iran dan Oman sedang berupaya mencapai kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Langkah itu diharapkan dapat membuka jalan bagi dimulainya kembali negosiasi resmi antara Iran dan AS mengenai program nuklir Teheran serta mengakhiri konflik secara permanen, menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.

Perunding Oman dan Iran telah bertemu di Teheran pada akhir pekan lalu dan pembicaraan masih terus berlangsung, kata sumber tersebut. Pejabat Oman berharap dapat mengumumkan adanya kemajuan dalam beberapa hari ke depan. Namun, seorang pejabat Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa Teheran belum puas dengan usulan Oman mengenai pengelolaan bersama Selat Hormuz.

Di AS, harga bensin melonjak di tengah puncak musim liburan musim panas, sehingga memperburuk sentimen publik terhadap perang yang memang sudah tidak populer, sekaligus memberi tekanan politik kepada Partai Republik pimpinan Trump menjelang pemilu sela November yang akan menentukan penguasaan Kongres.

Meski serangan sempat mereda dalam beberapa hari terakhir, hanya sedikit kapal yang melintasi Selat Hormuz—setidaknya dengan transponder tetap aktif—karena Iran masih mengancam kapal-kapal yang mencoba melintas tanpa izinnya. Jika konflik kembali memanas, risiko terhadap pelayaran di kawasan tersebut diperkirakan akan semakin meningkat.

(bbn)

No more pages