Gempa yang terjadi pada hari Selasa tersebut mengguncang Prefektur Kumamoto, sebuah wilayah yang menjadi pusat industri semikonduktor Jepang dan berjarak sekitar 900 kilometer (560 mil) dari pusat kota Tokyo.
Satu orang tewas akibat rumah roboh, seperti dilaporkan Kyodo News, dan dua orang lainnya diperkirakan tewas di pabrik milik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro, berdasarkan laporan awal NHK, sementara sembilan orang dilaporkan hilang.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan kepada media pada hari Selasa bahwa ia telah menerima laporan awal terkait korban luka, sementara NHK melaporkan setidaknya 80 orang mengalami luka-luka.
Gempa utama yang terjadi sesaat sebelum pukul 16.30 waktu Jepang diikuti oleh serangkaian gempa susulan di wilayah yang sama.
Intensitas seismik maksimum gempa ini diperkirakan mencapai skala 7 pada skala pengukuran Jepang yang berjangkauan 1 hingga 7. Gempa ini berpusat pada kedalaman dangkal yakni 10 km, menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA). Guncangan dengan intensitas sebesar itu membuat orang tidak mungkin bisa berdiri tegak, jelas JMA.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) menyatakan telah mengeringkan dan memfasilitasi evakuasi staf di fasilitas Japan Advanced Semiconductor Manufacturing miliknya. Pihaknya kemudian mengonfirmasi keamanan bangunan pabrik, dan para karyawan telah mulai kembali bekerja, dilaporkan oleh Kyodo.
Sony Semiconductor Solutions mengabarkan bahwa para karyawan di pabrik Kikuyo telah dievakuasi dengan selamat, meski inspeksi kerusakan masih terus dilakukan. Sementara itu, Tokyo Electron Ltd. menyatakan tidak ada kerusakan mayor yang ditemukan sejauh ini, namun operasional di fasilitas Koshi dan Ozu akan dihentikan sementara pada hari Rabu untuk pemeriksaan keselamatan.
Lebih dari 40.000 rumah tangga di Prefektur Kumamoto mengalami pemadaman listrik beberapa jam setelah gempa utama dan gempa susulan, menurut Kyushu Electric Power Co. Penyedia layanan telekomunikasi NTT Docomo Inc mengalami gangguan pada sinyal seluler. Seven & i Holdings Co menyampaikan beberapa tokonya di Prefektur Kumamoto terpaksa ditutup, dan sebagian lainnya turut terdampak pemadaman listrik.
Operator kereta api JR Kyushu menghentikan sementara beberapa layanan kereta cepat Shinkansen, sementara landasan pacu Bandara Kumamoto ditutup untuk pemeriksaan keamanan. Japan Airlines Co. menyatakan penerbangan dari dan ke bandara tersebut yang dijadwalkan setelah pukul 13.00 pada hari Rabu diperkirakan beroperasi normal, sementara ANA juga berencana memulihkan operasional normal pada hari Rabu.
Tidak ada anomali atau gangguan yang dilaporkan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir, tegas Sekretaris Kabinet Minoru Kihara.
Jepang merupakan salah satu negara yang paling rawan gempa bumi di dunia karena berada di jalur Ring of Fire(Cincin Api), yaitu sabuk seismik aktif yang mengelilingi Samudra Pasifik. Tahun ini saja telah terjadi serangkaian gempa yang berdampak pada sebagian besar wilayah negara tersebut. Sebuah gempa bumi yang terjadi satu dekade lalu di Kumamoto sempat menewaskan ratusan jiwa.
(bbn)

































