Logo Bloomberg Technoz

Langkah ini mungkin merupakan kasus pertama yang diketahui di mana otoritas pemerintah setempat mengambil tindakan hukum terhadap satu karyawan Nvidia, setelah serangkaian penahanan di Taiwan yang melibatkan karyawan Super Micro Computer Inc., reseller  server AI, dan operator pusat data. Jaksa penuntut belum menuduh perusahaan mana pun melakukan pelanggaran.

Kasus ini merupakan salah satu dari setidaknya delapan penyelidikan terkait penyelundupan chip Nvidia di empat yurisdiksi, seiring upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh pejabat dari Washington hingga Taipei untuk memberantas masalah pasar gelap yang pernah dibantah keberadaannya oleh CEO Nvidia, Jensen Huang.

Pejabat Taiwan melakukan penangkapan pertama pada bulan Mei, dengan menuduh tiga orang memalsukan dokumen untuk mengekspor server Super Micro yang dilengkapi chip AI Nvidia ke China, yang melanggar pembatasan perdagangan AS. Mereka menyita sekitar 50 unit perangkat tersebut sebelum meninggalkan wilayah Taiwan, namun mereka menduga para terdakwa telah berhasil menyelundupkan setidaknya satu batch server ke China melalui Jepang.

Juru bicara Nvidia menolak berkomentar mengenai perkembangan terbaru ini. Huang, ketika ditanya pada bulan Mei apakah ada yang dapat dilakukan perusahaannya untuk mencegah terjadinya situasi seperti ini, mengatakan bahwa Nvidia “sangat ketat dalam menjelaskan kepada semua mitra kami mengenai semua undang-undang dan peraturan di seluruh dunia.”

Ia meminta Super Micro untuk meningkatkan upaya uji tuntasnya, yang kemudian dibalas oleh produsen server tersebut dengan menyatakan bahwa kebijakan kepatuhannya sejalan dengan perusahaan lain, termasuk Nvidia.

Pemerintah Amerika telah melarang penjualan sebagian besar chip AI Nvidia ke China tanpa izin AS, karena kekhawatiran bahwa perangkat keras tersebut dapat memberikan keunggulan militer bagi Beijing.

Namun, aturan tersebut tidak pernah berlaku. Pejabat AS menuduh bahwa server yang didukung Nvidia senilai miliaran dolar telah dialihkan ke China dengan melanggar kontrol tersebut, sementara Singapura, Taiwan, dan Malaysia juga mulai meneliti lebih cermat pengiriman chip AI.

Kedua pemerintah terakhir tersebut juga sedang mempertimbangkan untuk mengikuti langkah-langkah AS, yang akan memberikan otoritas lebih banyak alat hukum untuk menindak tersangka penyelundupan.

(bbn)

No more pages