Salah seorang pengguna dengan nama samaran "Turtle" mengaku menggunakan aplikasi tersebut sebagai "kesempatan terakhir" menjelang ulang tahunnya yang ke-40.
Setelah beberapa kali mengikuti pertemuan, ia bertemu dengan pria yang kemudian menjadi suaminya. Keduanya mulai menjalin hubungan serius pada September 2024 sebelum akhirnya bertunangan pada Desember di tahun yang sama.
Pemanfaatan AI tersebut hadir di tengah tantangan demografi yang semakin berat di Jepang.
Data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan jumlah kelahiran pada 2025 kembali mencetak rekor terendah, yakni 671.236 bayi, menandai penurunan selama 10 tahun berturut-turut. Pada periode yang sama, jumlah kematian mencapai sekitar 1,6 juta jiwa, sementara tingkat fertilitas turun menjadi 1,14.
Pemerintah Jepang berharap pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dapat membantu lebih banyak warga menemukan pasangan dan mendorong peningkatan angka pernikahan di tengah populasi yang terus menua.
(fik/wep)






























