Armada Ketujuh AS (US Seventh Fleet), yang berpatroli di Pasifik Barat dan perairan sekitar Taiwan, menggunakan kedua jenis kapal tersebut. Citra satelit lain memperlihatkan serpihan bekas hantaman rudal di sekitar lokasi replika kapal. Area di Ruoqiang tersebut telah diidentifikasi oleh para analis sebagai lokasi uji coba rudal balistik anti-kapal.
Militer di berbagai belahan dunia kerap membangun replika target. Amerika Serikat, misalnya, pernah membangun sistem pertahanan udara China untuk pengujian senjata, dilaporkan oleh The Defense Post tahun lalu.
China juga telah mendirikan replika kawasan pusat kota Taipei di dua pangkalan militernya. Beijing telah bersumpah untuk membawa Taiwan—wilayah demokrasi yang memerintah secara mandiri—ke bawah kendalinya, jika perlu dengan kekerasan.
Salah satu replika dibangun di Zhurihe, pangkalan pelatihan militer terbesar di China yang terletak di Mongolia Dalam. Lokasi tersebut menampung maket Gedung Kantor Kepresidenan Taiwan, Judicial Yuan, dan Kementerian Luar Negeri. Pada tahun 2015, stasiun televisi pemerintah CCTV menayangkan rekaman prajurit Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang berpartisipasi dalam latihan amunisi tajam di pangkalan tersebut dan menyerang struktur yang mirip dengan kantor kepresidenan di Taipei.
Lokasi lainnya dibangun di wilayah Alxa League yang luas dan tandus di Mongolia Dalam, yang menampilkan rute-rute jalan utama di Taipei.
Pengembangan Maket Militer
Citra satelit dari Copernicus, Sentinel-2 menunjukkan pembangunan dimulai sekitar Oktober 2025. Sebelumnya tidak ada indikasi keberadaan maket serupa di lokasi tersebut, menurut Vantor, perusahaan komersial berbasis di AS yang mengoperasikan konstelasi satelit pencitraan dan menyediakan foto-foto terbaru tersebut.
China memamerkan rudal anti-kapal terbarunya pada parade militer berskala besar Agustus lalu, yang bertujuan untuk menunjukkan keunggulan militernya di saat AS dan para sekutunya di Indo-Pasifik menuduh Beijing melakukan tindakan agresif di kawasan.
Belum jelas alasan pasti mengapa China membangun replika tersebut atau apakah maket itu menggunakan jenis logam yang sama dengan lambung kapal perang sebenarnya. Para pakar militer menilai Beijing bertekad untuk meningkatkan kemampuannya dalam menggempur lawan di laut menggunakan berbagai jenis sistem persenjataan.
Hasil analisis terhadap perusahaan-perusahaan negara maupun swasta dalam ekosistem pembuatan rudal China menunjukkan bahwa Beijing tampaknya telah menggenjot produksi rudalnya tahun lalu ke tingkat tertinggi sejak Xi Jinping menjadi presiden pada tahun 2013.
(bbn)
































