“Kami memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada para pemangku jabatan baru dan lebih muda seiring pergerakan mereka mengambil peran yang lebih penting,” ujar Wong (53) dalam sebuah konferensi pers. “Pada saat yang sama, kami tetap menjaga kesinambungan dan pengalaman dalam tim kepemimpinan inti.”
Awal pekan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Penanggung Jawab atas Urusan Muslim Muhammad Faishal Ibrahim mengundurkan diri setelah interaksinya dengan seorang wanita dinilai gagal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pemegang jabatan publik. Wong menunjuk Zaqy Mohamad untuk menggantikan posisinya. Pada bulan Juni lalu, Koh Poh Koon juga mundur dari jabatannya sebagai Menteri Negara Senior untuk Tenaga Kerja dan Kesehatan karena alasan keluarga.
Menteri Penanggung Jawab atas Energi serta Sains & Teknologi Tan See Leng akan melepaskan portofolio ketenagakerjaannya untuk "mencurahkan perhatian penuh" pada jajaran tugas barunya sebagai Menteri Perdagangan & Industri (Energi & Industri), ungkap Wong.
Singapura, yang sangat bergantung pada impor gas alam untuk pembangkitan listriknya, sangat rentan terhadap gejolak pasar energi global, di mana gangguan yang terjadi baru-baru ini makin menambah tekanan biaya. Wong bahkan sempat membentuk komite krisis tingkat menteri awal tahun ini untuk menilai risiko serta memastikan ketahanan energi nasional.
Negara tersebut telah mengeksplorasi berbagai solusi alternatif demi memperkuat ketahanan energinya, seperti tenaga nuklir, dan akan menjalani peninjauan terkait kemampuannya dalam mengambil keputusan mengenai potensi penerapan teknologi nuklir maju oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mulai tahun 2027.
Reshuffle ini memberi sinyal bahwa Wong berusaha memberikan penekanan lebih pada upaya penataan ekonomi di tengah kondisi geopolitik yang penuh gangguan serta kekhawatiran atas ketidakstabilan lapangan kerja, ungkap Teo Kay Key, peneliti senior di lembaga pemikir Institute of Policy Studies Social Lab yang berbasis di Singapura.
Pembuatan kebijakan saat ini makin kompleks, sehingga para pembuat kebijakan dituntut untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang lanskap secara keseluruhan, tambahnya.
Wong juga menyebut pencarian sosok yang akan menggantikannya sebagai Menteri Keuangan masih terus berlangsung, seperti dikutip The Straits Times pada Rabu.
"Saya terus mencari sosok yang siap menjadi menteri keuangan."
Wong menjabat Menteri Keuangan sejak 2021 dan tetap memegang jabatan tersebut setelah menjadi Perdana Menteri pada 2024. Selain Siow, Indranee Rajah juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Kedua. Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong dan Menteri Pembangunan Nasional Chee Hong Tat juga menjadi anggota dewan bank sentral Singapura.
Menurut Wong, Singapura membutuhkan kombinasi pemimpin berpengalaman dan generasi baru untuk menghadapi berbagai tantangan saat ini.
"Regenerasi kepemimpinan merupakan proses yang berkelanjutan," ujarnya. "Begitulah cara kami membangun tim yang kuat bagi Singapura, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk tahun-tahun mendatang."
Beberapa perubahan lainnya meliputi:
- K. Shanmugam (67) akan menjabat sebagai Menteri Senior (Senior Minister) di luar dua portofolio lainnya — yaitu Menteri Koordinator Keamanan Nasional dan Menteri Dalam Negeri.
- David Neo (48) akan resmi menjadi Menteri Kebudayaan, Masyarakat, dan Pemuda setelah sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas pada portofolio tersebut.
- Zaqy Mohamad (51), yang sebelumnya ditunjuk sebagai Plt Menteri yang Bertanggung Jawab atas Urusan Muslim, akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Negara Senior di Kementerian Pertahanan.
- Jasmin Lau (43), yang berkontestasi dalam pemilu pertamanya pada tahun 2025, akan menjadi Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja. Ia juga akan ditunjuk sebagai Menteri Negara Senior di Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi.
- Sim Ann (51) ditunjuk sebagai Menteri Kedua Luar Negeri dan Menteri Kedua Dalam Negeri.
- Ng Chee Meng (57) kembali ke dalam kabinet sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri. Pimpinan serikat pekerja tersebut tahun lalu sempat menyatakan tidak akan mencari peran pemerintahan lain setelah kembalinya ia ke panggung politik diwarnai kontroversi.
(bbn)






























